Menjadi Manusia

Menjadi Manusia

Suara yang merekam cerita hidup manusia untuk menemanimu kala rehat dari bisingnya dunia.

Author

Menjadi Manusia

Category

Education

Podcast website

menjadimanusia.id

Latest episode

Jul 4, 2024

Where to listen?

Podcasts in the app Replaio Radio Coming soon

Podcasts are coming to the app soon. Install now and be the first to see a whole new take on podcasts

Get it on Google Play Install for free Android 5M+ downloads · 4.8 rating iOS soon

Episodes

207. Malam Penuh Riuh 29.09.2021

Andai saja bisa, aku ingin berbincang pada kantuk. Akan kuajak ia berbicara santai dan bertanya, apa alasannya tidak bisa datang setiap malam.

206. Pesan untuk Hati yang Cemas Hari Ini 24.09.2021

Apa pun yang terjadi, apa pun yang kau rasa saat ini, apa pun yang hanya berakhir membuatmu bertanya-tanya tentang makna dirimu sendiri—ingatlah bahwa semua ini bukan salahmu.

205. Sudahkah Kita Menjadi Orang Baik? 22.09.2021

Menurutku, setiap kita terlahir sebagai orang baik, lalu kesialan yang kita alami dan perlakuan orang baik lain yang tidak sengaja melukai membuat kita menjadi orang yang berbeda, yang secara sadar ataupun tidak menyakiti sesama.

204. Ada Sehat di dalam Sehati 17.09.2021

Mengakhiri hubungan denganmu, kuakui sangatlah berat. Sangat-sangat berat. Semuanya terasa indah dalam kenangan. Namun, tak bisa kubayangkan apa jadinya jika kau bukan kenangan.

203. Mempertahankan Hubungan; Melanggengkan Mimpi Buruk 15.09.2021

Aku dan dia sebegitu inginnya bahagia hingga lupa bahwa ada kesedihan yang selalu manusia pijak. Dan benar saja, lambat laun waktu mengantar kami ke sana.

202. Utarakan 10.09.2021

Beberapa waktu belakangan aku baru saja menjalin hubungan dengan seseorang. Dan harus kuakui, ia manis, ia ramah, ia juga perhatian--ia adalah semua hal baik yang mungkin tidak sepantasnya aku dapatkan.

201. Kau Hidup, maka Menangislah 08.09.2021

Ketika ada yang bertanya, “Kenapa kau pendam segala perasaan itu?”, dengan nada getir, aku, kamu, kita semua, sepakat menjawab: supaya tidak ada yang tersakiti, baik karena lisan maupun tulisanku.

200. Aku Mengaku Kalah Melawan Amarah 03.09.2021

Lagi-lagi, aku kalah melawan amarah. Aku seharusnya bisa lebih sabar. Aku seharusnya bisa lebih tenang.

199. Katanya, Tuhan Menciptakan Manusia Berpasang-pasangan 01.09.2021

Aku percaya semua orang punya alasan. Jika kamu ditinggalkan, percayalah, bukan kamu yang memiliki kekurangan.

196. Tentang Sebuah Kata Dirumahkan 20.08.2021

Pekerjaan bapak terdampak paling awal ketika itu, saat kata dirumahkan sudah terdengar sebelum merebak. Dengan modal tabungannya, beliau pulang ke rumah.

195. Aku, atas Nama Dunia, Meminta Maaf atas Semuanya 18.08.2021

Semuanya terasa salah, tapi tak ada yang merasa bersalah, hingga akhirnya saling menyalahkan. Aku ,atas nama dunia, meminta maaf atas semuanya. Dirgahayu Indonesiaku.

194. Penawar Gelisah 13.08.2021

Bagaimana perasaan seorang anak jika kedua orang tuanya sakit, dalam waktu bersamaan, dan si anak tak punya biaya untuk mengobatinya? Lebih-lebih di masa pandemi seperti saat ini.

193. Bukannya Mau Mengeluh 11.08.2021

Kapan semua ini akan berakhir? Aku tau tak akan ada yang bisa menjawabnya. Namun teruntuk para penguasa, tolong dengarkanlah yang satu ini dengan saksama.

192. Kuat di Tengah Jurang 06.08.2021

Sebelum pandemi tak separah ini, ibu masih bisa membayar utang dari hasil berjualan makanan paginya. Namun semenjak pandemi, ditambah PPKM ini, jualan ibu sangat sepi, setiap hari ibu menangis karena merasa lelah dengan hidupnya.

191. Rentetan Mimpi Buruk Ini Belum Usai 04.08.2021

Perasaan takut, khawatir, dan kehilangan tidak berkesudahan yang sedang kita hadapi dengan nyata membuat semua terasa tidak masuk akal.

190. Saung Pak Tua 30.07.2021

"Jadi anak muda, sudah waktunya kalian yang memegang tombak. Bukan karena hari ini kita membicarakan soal mimpi dan keadaan. Tetapi di mana hari ke depan akan berlanjut,"

189. Perjalanan Menuju Muara 28.07.2021

Persinggahan ini tentang mencari tapak menuju ujung muara. Terbuai dalam kesedihan atau kebahagiaan yang sama-sama menimbulkan tanya, apakah persinggahan ini bisa dimaknai dengan tepat?

188. Bahagiamu Hanya Belum Datang 23.07.2021

Bahagia kita subjektif dan tidak mutlak, dan sangat manusiawi. Bahagiamu bisa saja kamu nikmati dengan mendekam di kamar sepanjang hari, saat bahagia temanmu itu berjalan-jalan menikmati pagi.

187. Hanya Ingin Mengingatkanmu 21.07.2021

Hanya ingin mengingatkanmu, kamu berharga. Kesalahan apa pun yang terjadi dalam hidupmu, bukan berarti kamu tidak berguna, bukan berarti semua salahmu.

186. Pesan Tertinggal 16.07.2021

Aku memiliki tanggung jawab untuk menjaganya agar tetap baik-baik saja, tetapi aku juga yang akan jadi satu-satunya tersangka jika keadaannya tidak sesuai dengan yang aku harapkan.

185. Sebab Hidup Tak Punya Masa Uji Coba 14.07.2021

Aku lelah menghitung berapa kali dalam seminggu aku berusaha memenangkan badai sementara aku bukanlah pelaut andal.

184. Sunyi Paling Gaduh 09.07.2021

Rasanya lelah menyaksikan manusia yang berambisi dengan eksistensi. Dengan kesenangan sesaat yang tak habis dimanipulasi, keharusan untuk tampil dengan citra baik walau hati lupa dirawat.

183. Masih Perang, Ya? 07.07.2021

Katanya perang yang paling sulit untuk damai bukanlah melawan penjajah, negara lain, atau bangsa lain, melainkan, perang melawan diri sendiri.

182. Sebuah Catatan Perjalanan, Surat dari Kami 02.07.2021

Terima kasih, Teman Manusia. Terima kasih sudah setia mewarnai perjalanan ini.

181. Menyamakan Langkah 23.06.2021

Mereka bilang tak apa berhenti barang sejenak, katanya tak apa kalau aku lelah, istirahat saja. Tapi setiap aku melambat, mereka tetap pada kecepatannya yang kadang membuatku kebingungan harus diam atau kembali menyamakan langkah.

Listen to the Menjadi Manusia podcast in Replaio

Radio and podcasts in one app - free, with no sign-up. Install today and do not miss the launch

Get it on Google Play

Replaio is not a podcast publisher; show names, artwork and audio belong to their authors and are distributed through public RSS feeds.