Menjadi Manusia

Menjadi Manusia

Suara yang merekam cerita hidup manusia untuk menemanimu kala rehat dari bisingnya dunia.

Author

Menjadi Manusia

Category

Education

Podcast website

menjadimanusia.id

Latest episode

Jul 4, 2024

Where to listen?

Podcasts in the app Replaio Radio Coming soon

Podcasts are coming to the app soon. Install now and be the first to see a whole new take on podcasts

Get it on Google Play Install for free Android 5M+ downloads · 4.8 rating iOS soon

Episodes

233. Berpulang di Desember 29.12.2021

Kalian tak akan tahu nama siapa lagi yang mesti terukir di atas batu. Dan sebelum itu tiba, berkumpulah dan tertawa dengan kencang bersama-sama. Karena di hari-hari seperti ini, tak ada tawa untuk mengantar kepergianku dan aku sangatlah kecewa.

232. Perihal Menjadi Dewasa dan Pertemuan yang Tak Mampu Dibayar 24.12.2021

Waktu kecil, saya ingin cepat-cepat dewasa. Setelah dewasa, saya ingin kembali menjadi bocah yang memiliki seluruh waktu di dunia. Kalau saja bisa, saya ingin membayar lunas semua utang pertemuan dengan mereka yang saya cinta.

231. Memeluk Surga 22.12.2021

Anakmu kini terlahir kembali, menjadi ibu, menjadimu. Selamat Hari Ibu, semoga kata-kata yang sering kauucapkan akan selalu benar adanya.

230. Dalam Dekapmu Aku Ingin Menetap 17.12.2021

Setelah lama mengembara ke sana-sini, yang aku butuhkan sekarang adalah kebahagiaan, hati penuh cinta, serta tempat menetap yang tidak akan pernah bisa dilelang; tidak seberapa sebab tidak ada harganya.

229. Berpindah, demi Hidup yang Lebih Indah 15.12.2021

Di malam-malam sepi, dan di siang bolong yang bingung, aku sudah tiba pada kesadaran untuk berpindah, untuk memaknai hidup dengan cara yang lebih indah.

228. Sampai Depan Pagar Saja 10.12.2021

Apakah hidup dan menjalin cinta hanya perkara bertemu, lalu bertamu, dan membuang-buang waktu? Mengapa sulit sekali rasanya berupaya dan percaya dengan cinta?

227. Pergi ke Rumah 08.12.2021

Lagi pula, apa itu rumah? Apakah kau juga mempertanyakan hal yang sama? Jikalau ya, pejamkan matamu sekarang, aku akan mencoba mengingatnya untukmu juga.

226. Menjadi Dewasa Bukan Selamanya Pilihan 03.12.2021

Maksudku, siapa yang paham betul arti dari kata “dewasa“ itu sendiri? Apa indikator seseorang telah dewasa? Apakah kedewasaan bisa terjadi secara natural?

225. Kau Berhak untuk Lahir; Kau Berhak untuk Terlahir Kembali 01.12.2021

Pada akhirnya, kupikir, entah sebesar apa pun manusia, ia berhak untuk terlahir kembali, lagi dan lagi. Ia berhak untuk menangis kembali, terus belajar dengan mata yang penuh keingintahuan tentang hidup

224. Sagitarius dan Kehausannya akan Dunia 26.11.2021

Sebagai seorang sagittarius, ketika orang bertemu denganku untuk pertama kalinya, kebanyakan dari mereka berkata bahwa aku seperti buku tanpa sampul. Mereka tak perlu repot-repot mengulik siapa aku sebenarnya karena aku mudah dibaca.

223. Kali Ini Aku yang Berjanji 24.11.2021

Kau merasa kuat di dalam sana. Padahal aku tau, justru kamu sedang lemah-lemahnya. Kau tau, aku tak peduli sudah, sepenuhnya janji yang kamu ingkari, aku tetap datang lagi.

222. Jika Belum Saat Ini, Pasti Akan Suatu Saat Nanti 19.11.2021

Hal ini membuatku semakin tersadar, orang-orang benci kemajuan jika hal itu bukan miliknya.

221. Dia Pemeran Utama untuk Aku Orang Ketiga 17.11.2021

"Aku tidak suka jadi duri di dalam daging,” gumamku sebelum tidur, bertarung dengan ramainya pikiran-pikiran tentang aku yang ingin disayang. Rasa sayang yang ini yang aku mau, namun aku sadar tidak seharusnya aku berada di sini.

220. Ayah; Purnama yang Datang Sesekali 12.11.2021

Seorang ayah tak selamanya purnama. Ia hanya mampu menjadi purnama sesekali ketika kita mulai asing dengan kegelapan. Ada masanya ia menjadi bulan sabit; sepotong cinta yang tersisa di tengah malam.

219. Telepon dari Ibu, Setengah Jam yang Lalu 10.11.2021

Aku lelah bu sebenarnya. Benar-benar pusing saat ini. Jika saja kita bisa saling mengerti dunia masing-masing, tentu aku bisa lebih jujur kepadamu.

218. Jika Kau Takkan Kembali, Aku Ingin Diriku Kembali 05.11.2021

Hal-hal yang menyenangkan dilakukan bersama hanya jadi luka jika dilakukan sendirian. Sayangnya, dulu kita hidup bersama. Sekarang aku hidup sendirian, dan hiduplah yang jadi tak menyenangkan.

217. Riuh Kepala yang Salah Diartikan 03.11.2021

Aku mungkin tidak terbiasa untuk membuka diri kepada banyak manusia. Tapi percayalah, aku tau siapa-siapa saja yang pantas mengenal sosok naif dalam diriku ini.

215. Dari Pelukan Ibu ke Pelukan Ibu Kota 27.10.2021

Tak ada lagi orang yang cerewet membangunkanku, tapi mungkin tak ada lagi pula orang yang mengharapkanku bangun dan menjalani hari dengan baik di luar sana.

214. Dunia Tanpa Suara 22.10.2021

Karena, bagi sebagian orang, termasuk aku, memendam adalah pekerjaan yang paling menyiksa. Aku penasaran, bagaimana orang lain bisa memilih untuk diam atau terpaksa untuk diam dan tidak berbuat apa-apa ketika gejolak di dadanya begitu besar?

213. Ketika Dunia Sudah Sakit 20.10.2021

Katanya, perempuan adalah kaum yang lemah dan selalu memakai perasaannya ketimbang logika. Mungkin itulah mengapa perempuan kerap jadi biang keladi pada setiap akhir kisah pelik.

212. Garis Abu Antara Tanya dan Jawaban 15.10.2021

Namun, aku percaya hijab selalu lebih dari perihal wajib tak wajib. Hijab selalu lebih dari sekadar kain penutup rambut dan aurat.

211. Ulurkan Tanganmu Hari Ini 13.10.2021

Dalam memperingati Hari Kesehatan Mental 2021, Menjadi Manusia berkolaborasi dengan Shena Malsiana. Kami percaya mencari pertolongan yang tepat lebih baik ketimbang terus-menerus berpikir bahwa kita baik-baik saja ketika kenyataannya tidak begitu adanya.

210. Diam Tidak Menyelesaikan Apa-Apa 08.10.2021

Di tengah ruang yang hening, suara aku mungkin terlalu bising untuk telingamu yang terlalu suka pada sunyi. Ya, walau di kepalamu tetap saja berisik.

209. Adakah Egois Dalam Cinta? 06.10.2021

Mencintai bukanlah pekerjaan mudah. Kata orang, kalau kita berani mencintai, artinya kita juga harus berani mengorbankan diri. Tapi pertanyaannya: apa yang harus kita korbankan untuk mencintai diri sendiri?

208. Tertawalah; Kesedihan Itu Menenggakmu Setiap Malam 01.10.2021

Katamu aku tak boleh menertawakan diriku sendiri, aku tak boleh menertawakanmu, aku tak boleh menertawakan orang lain, dan aku pun tak boleh menertawakan siapa pun. Lalu, kenapa dunia malah menertawakan kita?

Listen to the Menjadi Manusia podcast in Replaio

Radio and podcasts in one app - free, with no sign-up. Install today and do not miss the launch

Get it on Google Play

Replaio is not a podcast publisher; show names, artwork and audio belong to their authors and are distributed through public RSS feeds.