Dhamma.Kalyani

Kisah Latar DHAMMAPADA

Religion ID ↓ 49 episodes

Syair yang diucapkan Buddha, dan kejadian yang melatarbelakangi kenapa Buddha mengucapkan syair ini. Sumber: Dhammapada yg diterbitkan Ehipassiko Foundation

Author

Dhamma.Kalyani

Category

Religion

Podcast website

podcasters.spotify.com

Latest episode

Nov 6, 2025

Where to listen?

Podcasts in the app Replaio Radio Coming soon

Podcasts are coming to the app soon. Install now and be the first to see a whole new take on podcasts

Get it on Google Play Install for free Android 5M+ downloads · 4.8 rating iOS soon

Episodes

Dhammapada 365,366 06.11.2025

Jangan mengabaikan pencapaian sendiri. Jangan iri terhadap lelaku orang lain. Bhikkhu yang iri terhadap lelaku orang lain, tidak akan menemukan ketenangan. Bhikkhu yang sekalipun sedikit pencapaiannya, tidak mengabaikan pencapaian sendiri, sesungguhnya para dewa memujinya, yang tidak malas dan menjalani hidup suci.

Dhammapada 9,10 05.11.2025

Barangsiapa belum terbebas dari kotoran batin, sekalipun mengenakan jubah kuning,namun tanpa kendali dan kebenaran, ia tak layak mengenakan jubah kuning. Barangsiapa telah terlepas dari kotoran batin, teguh dalam sila, terbekali dengan kendali dan kebenaran, ia layak mengenakan jubah kuning.

Dhammapada 179,180 05.11.2025

Ia yang kemenangan-Nya tak termentahkan, yang tiada apa pun di dunia yang menyaingi kemenangan-Nya, Buddha, yang lingkup-Nya tanpa batas, tanpa jejak, dengan cara apa akan kalian hancurkan? Ia yang dimana pun tiada nafsu dan hasrat yang dapat menyerat-Nya pergi, Buddha, yang lingkup-Nya tanpa batas, tanpa jejak, dengan cara apa akan kalian hancurkan?

Dhammapada 202 06.07.2023

Tiada api yang menyamai nafsu. Tiada perbuatan buruk yang menyamai kebencian. Tiada derita yang menyamai gugus kehidupan. Tiada kebahagiaan yang melebihi ketenteraman.

Dhammapada 50 06.07.2023

Jangan perhatikan keburukan orang lain, apa yang telah dan belum dilakukan orang lain. Perhatikan saja apa yang telah dan belum dilakukan diri sendiri

Dhammapada 217 06.07.2023

Terkaruniai kebajikan dan pandangan, teguh dalam Dhamma, mengetahui kebenaran, melakukan yang harus dilakukan, ia yang seperti ini dikasihi orang banyak.

Dhammapada 35 24.04.2023

Batin ini sulit dikendalikan, liar, menyinggahi apa pun yang diinginkannya. Menundukkan batin itu baik. Batin yang terkendali membawa kebahagiaan.

Dhammapada 271,272 17.03.2023

Bukan dengan aturan dan upacara semata, atau dengan pengetahuan luas, atau bahkan pencapaian pengheningan, atau berdiam menyendiri. Bukan dengan berpikir, "Aku telah menyentuh kebahagiaan melepas, yang tidak dijalani orang kebanyakan." Bhikkhu, janganlah merasa puas sebelum mencapai hancurnya noda batin.

Dhammapada 242 dan 243 17.03.2023

Kelakuan buruk adalah noda bagi wanita. Kekikiran adalah noda bagi penderma. Hal-hal buruk sesungguhnya adalah noda, di dunia ini maupun di dunia yang lain. Ketaktahuan adalah noda yang paling buruk, lebih bernoda daripada noda lainnya ini. Setelah meninggalkan noda ini, jadilah tak bernoda, para Bhikkhu.

Dhammapada 216 13.03.2023

Dari nafsu muncul kesedihan, dari nafsu muncul ketakutan. Ia yang terbebas dari nafsu, tiada kesedihan apalagi ketakutan.

Dhammapada 78 13.03.2023

Janganlah bergaul dengan teman-teman jahat, janganlah bergaul dengan orang-orang berbudi rendah, bergaullah dengan teman-teman bajik, bergaullah dengan orang-orang luhur.

Dhammapada 163 12.03.2023

Adalah mudah melakukan yang tidak baik dan tidak bermanfaat bagi diri sendiri. Yang sesungguhnya bermanfaat dan baik, itu sungguh sangat sulit dilakukan.

Dhammapada 162 12.03.2023

Ia yang berkelakuan teramat buruk, seperti benalu menjalari pohon sala, berbuat terhadap dirinya sendiri seperti yang musuhnya kehendaki terhadapnya.

Dhammapada 85 dan 86 31.10.2022

Di antara manusia, sedikit sekali orang-orang yang pergi ke seberang. Orang- orang lainnya ini hanya menyisiri pantai sini. Dan sesungguhnya mereka yang di dalam Dhamma yang telah dibabarkan sempurna, berperilaku sesuai Dhamma, mereka akan pergi melampaui alam kematian yang begitu sulit diseberangi.

Dhammapada 200 16.08.2021

Sungguh betapa bahagia kita hidup, tiada sesuatu yang kita miliki. Kita akan mengenyam kegiuran, bagaikan para dewa cahaya cemerlang.

Dhammapada 62 11.06.2021

"Aku memiliki putra. Aku memiliki harta," orang dungu bergundah hati. Sesungguhnya ia pun tidak memiliki dirinya sendiri. Dari mana putra? Dari mana harta?

Dhammapada 48 11.06.2021

Sesungguhnya orang yang hanya mengumpulkan bunga dengan pikiran yang melekat, yang selalu tak terpuaskan oleh kenikmatan indrawi, ia dikuasai oleh kematian.

Dhammapada 135 06.06.2021

Bagaikan gembala sapi yang dengan tongkat menggiring sapi-sapi ke padang rumput, demikianlah usia tua dan kematian menggiring kehidupan makhluk hidup.

Dhammapada 101 02.05.2021

Daripada seribu bait syair yang tak memiliki arti, lebih baik satu bait syair, yang setelah didengar menjadikan teduh.

Dhammapada 174 01.05.2021

Makhluk di dunia ini buta. Hanya sedikit di dunia ini yang melihat dengan jernih. Laksana burung yang terbebas dari jala, hanya segelintir yang pergi ke surga.

Dhammapada 225 30.04.2021

Para bijaksanawan yang tak menganiaya, yang senantiasa terkendali perbuatannya, mereka akan menuju keadaan abadi, dan di sana mereka tak berduka.

Dhammapada 165 29.04.2021

Oleh diri sendiri saja kejahatan dilakukan. Oleh diri sendiri seseorang terkotori. Oleh diri sendiri kejahatan tidak dilakukan. Oleh diri sendiri saja seseorang menjadi suci. Suci tidak suci tergantung oleh diri sendiri. Tidak ada yang bisa menyucikan orang lain.

Dhammapada 158 28.04.2021

Hendaknya pertama meneguhkan diri sendiri dalam kepantasan, barulah membimbing orang lain. Janganlah orang bijak menjadi kotor.

Dhammapada 240 01.04.2021

Laksana karat yang muncul dari besi, yang setelah timbul menggerogoti besi itu sendiri, demikianlah ia yang terlalu melekati kebutuhan, terseret ke alam derita oleh perbuatannya sendiri.

Dhammapada 25 12.03.2021

Mereka yang tekun bermeditasi, yang terus berupaya keras, yang bijak ini menyentuh Nibbāna, keterbebasan dari belenggu yang tiada tara.

Listen to the Kisah Latar DHAMMAPADA podcast in Replaio

Radio and podcasts in one app - free, with no sign-up. Install today and do not miss the launch

Get it on Google Play

Replaio is not a podcast publisher; show names, artwork and audio belong to their authors and are distributed through public RSS feeds.