Komunitas Salihara Arts Center

Siniar Salihara

Arts ID ↓ 99 episodes

Dengarkan aneka diskusi seru tentang seni, sastra, budaya dan filsafat di Siniar Salihara. Ada "Stay A(r)t Home Talk" serta satu segmen terbaru "Ngomong-Ngomong Soal" yang akan rilis di bulan Juni. Kunjungi www.salihara.org untuk program menarik lainnya

Author

Komunitas Salihara Arts Center

Category

Arts

Podcast website

salihara.org

Latest episode

Dec 2, 2024

Where to listen?

Podcasts in the app Replaio Radio Coming soon

Podcasts are coming to the app soon. Install now and be the first to see a whole new take on podcasts

Get it on Google Play Install for free Android 5M+ downloads · 4.8 rating iOS soon

Episodes

023. Akar Kekerasan bersama Thamrin Amal Tomagola 21.06.2020

Aksi kekerasan dan terorisme kerap bersembunyi di balik agama. Di episode pertama ini Thamrin Amal Tomagola mengupas persoalan akar kekerasan melalui perspektif sosiologi. Bagaimana tingkat kelas di masyarakat, terutama di perkotaan, menciptakan kesenjangan dan ketegangan, lalu saling berkait dengan tumbuhnya kekerasan dan radikalisme? (Teater Salihara, 08 Juni 2011)

024. Akar Kekerasan bersama Sulistyowati Irianto 21.06.2020

Kelompok intoleran dan anti-demokrasi kian “canggih” menyiasati agenda mereka melalui argumentasi hukum. Di episode kedua ini Sulistyowati Irianto, melalui perspektif hukum, membahas apakah hukum berkontribusi terhadap potensi kekerasan? Bagaimana hukum menggerakan keadilan jika ia berpihak pada kepentingan tertentu, sehingga netralitas dan objektivitasnya kerap dipertanyakan? (Teater Salihara, 08...

021. Keindonesiaan dan Ketionghoaan bersama Didi Kwartanada 14.06.2020

Kongres Pemuda Kedua di Batavia (27-28 Oktober 1928) melahirkan Sumpah Pemuda. Peristiwa itu melibatkan kaum pemuda dari pelbagai organisasi etnis di Indonesia, termasuk pemuda peranakan Tionghoa. Di episode pertama, Didi Kwartanada membahas peran pemuda peranakan Tionghoa di masa Pergerakan Nasional dan bagaimana mereka turut memperjuangkan Indonesia yang merdeka. (Serambi Salihara, 18 Oktober 20...

022. Keindonesiaan dan Ketionghoaan bersama Andi Achdian 14.06.2020

Apakah keabsahan peranakan Tionghoa sebagai warga Republik hanya dinilai terkait sejauh mana “kontribusi” yang mereka berikan? Di episode kedua, Andi Achdian menawarkan perspektif mengenai keindonesiaan dan ketionghoaan melalui penelitiannya di kota Surabaya. Seperti apa cita-cita kemajuan dan dunia intelektual komunitas Tionghoa di Surabaya? Serta bagaimana dinamika hubungan budaya Jawa dan Tiong...

019. Hate Speech: Antara Kebebasan Berbicara dan Potensi Kekerasan bersama Asfina 07.06.2020

Ujaran kebencian dilakukan untuk menyudutkan dan mendiskriminasi kelompok minoritas agama, etnis dan ras tertentu. Praktiknya diperbuat atas nama kebebasan berekspresi dan berpendapat. Di episode pertama, Asfina membahas konteks kebebasan berbicara berdasarkan tinjauan hak asasi manusia (HAM) dan hukum internasional. Apa yang sebenarnya dimaksud dengan ujaran kebencian? Perlukah kita membatasi keb...

020. Hate Speech: Antara Kebebasan Berbicara dan Potensi Kekerasan bersama Sidney Jones 07.06.2020

Di episode kedua, Sidney Jones mempertajam bahasan kebebasan berbicara dengan mengurai fakta keterkaitan ujaran kebencian dengan kasus kekerasan di Indonesia. Diskusi ini akan melihat kembali sejarah diskriminasi dan intoleransi di Indonesia serta faktor-faktor yang mendorong tumbuhnya perilaku tersebut. (Serambi Salihara, 16 Maret 2011)

017. Seni sebagai Peristiwa bersama St. Sunardi 31.05.2020

Kesenian kerap dipandang sebagai “benda” yang dibatasi oleh mediumnya, tapi tak selamanya demikian. Di episode pertama, St. Sunardi membicarakan kesenian dari perspektif psikoanalisa. Ia mengatakan bahwa seni adalah peristiwa “evakuasi subyek (manusia)”. Tapi peristiwa apa? Dan kenapa perlu mendekati seni sebagai peristiwa? (Serambi Salihara, 05 Februari 2013)

018. Seni sebagai Peristiwa bersama Hendro Wiyanto 31.05.2020

Di episode kedua, Hendro Wiyanto mempertanyakan kembali apa itu subyek dalam kesenian, khususnya seni rupa. Berangkat dari hal tersebut, ia mengemukakan beragam contoh karya para seniman sejak 1970-an yang menerobos batas-batas medium, dan perdebatan yang melingkupi hal itu. Sebenarnya, apa yang ingin dicapai oleh karya-karya tersebut? (Serambi Salihara, 05 Februari 2013)

015. “Soekarno dan Islam” bersama Goenawan Mohamad 24.05.2020

Apakah arti Islam bagi Soekarno? Di episode pertama, Goenawan Mohamad membahas pemikiran Islam oleh Bung Karno yang mempertemukan narasi Islamisme, Nasionalisme dan Marxisme. Kuliah ini juga menelaah narasi keislaman Bung Karno dalam kacamata sejarah intelektual Indonesia. (Teater Salihara, 04 September 2010)

016. “Soekarno dan Islam” bersama Goenawan Mohamad 24.05.2020

Pada episode kedua, Goenawan Mohamad mengurai pemikiran Soekarno dengan melihat hubungan Islam dan negara. Bagaimana pemikiran Islam mampu memberikan energi pembebasan di tengah kolonialisme kala itu? Ada juga bahasan ketertarikan Bung Karno dengan Marxisme dan melihat pertautan tafsir Islam dengan rasionalitas dan pragmatis. (Teater Salihara, 04 September 2010)

014. “20 Tahun Reformasi: Majukah Rasionalitas dan Budaya Ilmiah Kita?” oleh Karlina Supelli 17.05.2020

Pada episode kedua, Karlina Supelli melanjutkan bahasannya lebih dalam mengenai rasionalitas dan konsekuensinya, serta melihat irisannya dalam konteks budaya ilmiah. Bagaimana budaya ilmiah mempengaruhi cara kita berpikir dan bertindak? Apakah setelah Reformasi perkembangan budaya ilmiah kian menjernihkan kehidupan sosial kita? (Teater Salihara, 15 Mei 2018)

013. “20 Tahun Reformasi: Majukah Rasionalitas dan Budaya Ilmiah Kita?” oleh Karlina Supelli 17.05.2020

Apakah kita lebih demokratis setelah Reformasi 1998? Di episode pertama, Karlina Supelli membahas pemaknaan Reformasi dan melihat persinggungannya dengan rasionalitas. Bagaimana rasionalitas hadir sebagai sarana berpikir di tengah kerasnya gema intoleransi? Diskusi ini kembali menjadi perenungan dalam Hari Peringatan Reformasi. (Teater Salihara, 15 Mei 2018)

011. Agama dan Sekularisme di Ruang Publik bersama Ioanes Rakhmat 10.05.2020

Kenapa perdebatan agama dengan sekularisme selalu hangat dan relevan? Apa itu sebenarnya sekularisme? Episode pertama, Ioanes Rakhmat mengangkat teori-teori sekularisasi yang pernah dicetuskan sejak abad ke-20 dan hubungannya dengan modernisasi dan tradisi keagamaan di tengah masyarakat. Diskusi ini ditaja oleh Hivos. (Serambi Salihara, 02 Desember 2010)

012. Agama dan Sekularisme di Ruang Publik bersama Trisno S. Sutanto 10.05.2020

Pada episode kedua, Trisno S. Sutanto (akademisi filsafat) membahas persoalan agama dan sekularisme melalui dialog antara Jürgen Habermas dan Joseph Ratzinger (sebelum menjadi Paus Benedict XVI). Adakah titik pertemuan antara agama dengan sekularisme agar tidak terjadi konflik? Diskusi ini ditaja oleh Hivos. (Serambi Salihara, 02 Desember 2010)

009. Membaca Kembali Chairil Anwar bersama Hasan Aspahani 03.05.2020

Diskusi ini tak membicarakan mitos-mitos Chairil Anwar, melainkan membahas ia sebagai sastrawan yang menyumbangkan banyak hal untuk bahasa dan sastra Indonesia. Pada episode pertama, Hasan Aspahani (sastrawan), mengulik Chairil Anwar dari buku-buku bacaannya, yang kemudian digunakan sebagai “acuan” berkarya. Diskusi ini mengajak kita melihat sumbangan Chairil Anwar terhadap perkembangan puisi dan...

010. Membaca Kembali Chairil Anwar bersama Zen Hae 03.05.2020

Pada episode kedua, Zen Hae (kritikus sastra) lebih dalam membahas karya-karya Chairil Anwar dengan metode “pembacaan dekat”. Zen Hae menelisik hubungan karya-karya Chairil dengan berbagai tradisi puisi yang ada di Nusantara maupun dunia, sebelum dan sesudahnya. Diskusi ini mengajak kita melihat sumbangan Chairil Anwar terhadap perkembangan puisi dan bahasa Indonesia, sekaligus memperingati Hari P...

007. Desakan Agama di Ruang Publik bersama Haidar Bagir 26.04.2020

Bagaimana kita menyikapi praktik keagamaan yang mendesakkan diri di ruang publik? Di episode pertama, Haidar Bagir (pengkaji pemikiran Islam dan Tasawuf) mendiskusikan posisi agama terhadap budaya di ruang publik melalui perspektif mistisisme Islam dan tasawuf. (Teater Salihara, 15 Mei 2019)

008. Desakan Agama di Ruang Publik Bersama Wicaksono Adi 26.04.2020

Episode kedua, Wicaksono Adi (kurator dan kritikus seni) melanjutkan pembahasan secara lebih spesifik mengenai persinggungan seni visual di tradisi Islam dan Kristen dengan narasi keagamaan. Bagaimana sejarah seni visual dan perkembangan sisi simboliknya mempengaruhi perwujudan praktik keagamaan? (Teater Salihara, 15 Mei 2019)

006. Perempuan Pencipta Narasi bersama Ruth Indiah Rahayu 19.04.2020

Pada episode kedua, Ruth Indiah Rahayu (peneliti feminis, aktif di Institut Kajian Kritis dan Studi Pembangunan Alternatif) membahas narasi perempuan melalui pendekatan historiografi atau metode penulisan sejarah. Ada juga perbincangan tentang sejarah pergerakan perempuan pada masa revolusi dan mitos-mitos yang melingkupinya. Diskusi ini dimoderatori oleh Bonnie Triyana, sejarawan Indonesia. (Sera...

005. Perempuan Pencipta Narasi bersama Aquarini Priyatna 19.04.2020

Diskusi ini membicarakan dan menelaah karya dari tokoh perempuan yang berpengaruh pada pemikiran di Indonesia. Episode pertama, Aquarini Priyatna (pengajar Sastra Inggris Universitas Padjajaran) membedah novel karya Suwarsih Djojopuspito yaitu Manusia Bebas yang membuka perspektif baru tentang perempuan. (Serambi Salihara, 09 April 2013)

003. Peran Negara, Harapan dan Kekecewaan bersama Mochtar Mas’oed 12.04.2020

Ketika berada di situasi yang genting, bagaimana seharusnya negara berperan? Bersama Mochtar Mas’oed, dosen Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, kita mendiskusikan kembali pengertian dan relevansi negara, serta hubungannya terhadap kekuasaan dan politik, hingga kehadirannya ke sendi-sendi kehidupan kita. (Serambi Salihara, 9 Mei 2012)

004. Peran Negara, Harapan dan Kekecewaan bersama Poltak Hotradero 12.04.2020

Episode kedua bersama Poltak Hotradero, peneliti Bursa Efek Indonesia (BEI). Lanjutan dari episode sebelumnya, kita berdiskusi lebih jauh tentang ekonomi. Dari mana kekuatan ekonomi berasal dan terbentuk? Bagaimana hal itu kemudian relevan ke dalam otoritas suatu negara. (Serambi Salihara, 9 Mei 2012)

002. Pengalaman Pribadi Mengoleksi Seni Rupa bersama Maya Sujatmiko 04.04.2020

Episode kedua adalah obrolan bersama Maya Sujatmiko, seorang kolektor, pengamat seni dan pengelola galeri. Ia membicarakan sejarah perkembangan kolektor seni rupa di Indonesia melalui perspektif seorang pengelola galeri dan peran kurator di dalamnya.  (Serambi Salihara, 15 April 2014)

001. Pengalaman Pribadi Mengoleksi Seni Rupa bersama Syakieb Sungkar 03.04.2020

Pasar telah mengubah perilaku para kolektor seni rupa. Episode pertama ini adalah obrolan bersama Syakieb Sungkar, seorang kolektor karya seni. Ia membahas sejarah dan perkembangan tren koleksi seni di Indonesia, kebiasaan para kolektor dalam mengoleksi seni, serta kegemaran mengoleksi karya seni rupa karena nilai investasi, yang selain meningkatkan apresiasi, laku ini ternyata juga mendorong tumb...

Listen to the Siniar Salihara podcast in Replaio

Radio and podcasts in one app - free, with no sign-up. Install today and do not miss the launch

Get it on Google Play

Replaio is not a podcast publisher; show names, artwork and audio belong to their authors and are distributed through public RSS feeds.