Komunitas Salihara Arts Center

Siniar Salihara

Arts ID ↓ 99 episodes

Dengarkan aneka diskusi seru tentang seni, sastra, budaya dan filsafat di Siniar Salihara. Ada "Stay A(r)t Home Talk" serta satu segmen terbaru "Ngomong-Ngomong Soal" yang akan rilis di bulan Juni. Kunjungi www.salihara.org untuk program menarik lainnya

Author

Komunitas Salihara Arts Center

Category

Arts

Podcast website

salihara.org

Latest episode

Dec 2, 2024

Where to listen?

Podcasts in the app Replaio Radio Coming soon

Podcasts are coming to the app soon. Install now and be the first to see a whole new take on podcasts

Get it on Google Play Install for free Android 5M+ downloads · 4.8 rating iOS soon

Episodes

048. Inspirasi dan Ekspresi Seksual Remaja bersama Wendi Putranto 13.12.2020

Masa remaja atau pubertas kerap dipenuhi hasrat pencaharian akan hal baru, tak terkecuali persoalan seksual. Di episode pertama, Wendi Putranto (editor majalah Rolling Stone Indonesia ) membahas fenomena ini dari sudut pandang dunia musik. Ia membahas peran musik dalam memunculkan kebiasaan remaja: perkembangan era Rock and Roll serta fenomena groupies di Amerika Serikat dan Inggris. (Serambi Sali...

049. Inspirasi dan Ekspresi Seksual Remaja bersama Nael Sumampouw 13.12.2020

Kenapa persoalan seksualitas remaja di Indonesia sering dianggap hal yang meresahkan? Bukankah itu hal yang wajar? Di episode kedua, Nael Sumampouw (dosen psikologi Universitas Indonesia) membahas hubungan sisi seksualitas dengan aspek psikologi. Bagaimana saja para remaja mengungkapkan problem seksual mereka? Apakah semua ini melahirkan subkultur baru? (Serambi Salihara, 14 November 2012)

047. Pastiche dan Apropriasi Budaya Pop dalam Berkarya bersama Argya Dhyaksa 28.11.2020

Bagaimana fenomena sosial media dan budaya populer mempengaruhi proses kreatif seni rupa kita hari ini? Dalam episode ini kami berbincang bersama Argya Dhyaksa, salah satu pemenang Kompetisi Karya Trimatra Salihara 2019. Kita akan mendengar bahasan seputar proses kreatif, gagasan serta tantangan berkarya yang dihadapi seniman muda saat ini.

046. Historiografi Indonesia dalam Perspektif Sejarah oleh Taufik Abdullah 14.11.2020

Di episode kedua, Taufik Abdullah (sejarawan) membahas perkembangan penulisan sejarah Indonesia pada era Orde Baru. Ceramah ini mengupas lebih lanjut perdebatan sekaligus semangat baru penulisan kesejarahan Indonesia melalui konteks cakupan wilayah, keberagaman studi sejarah dan pengalaman internasional. Lantas bagaimana para sejarawan berhadapan dengan kekuasaan di depan mereka? (Teater Salihara,...

045. Historiografi Indonesia dalam Perspektif Sejarah oleh Taufik Abdullah 14.11.2020

Kapankah sejarah Indonesia mulai dipersoalkan? Bagaimana hubungan penulisan sejarah dengan kekuasaan? Bersama Taufik Abdullah (sejarawan), ceramah ini mengulas perkembangan penulisan sejarah Indonesia sebelum dan setelah kemerdekaan. Ceramah ini melihat historiografi Indonesia berdasarkan tokoh-tokoh penting dalam penulisan dan kritik sejarah kita kala itu. (Teater Salihara, 26 Januari 2016)

044. Orisinalitas dan Internet sebagai Ruang Publik bersama Andrita Yuniza 25.10.2020

Bagaimana seniman memaknai orisinalitas jika pada era internet orisinalitas tak lagi dipertanyakan? Lalu, bagaimana seniman menyikapi internet sebagai ruang publik? Dalam episode kali ini, Andrita Yuniza, salah satu pemenang Kompetisi Karya Trimatra Salihara 2019, mengulik lebih jauh bagaimana internet mempengaruhi seniman dalam proses kreatif dan memberikan pengalaman akan ruang.

043. Pembaruan Islam dan Film bersama Putut Widjanarko 12.10.2020

Di episode kedua, Putut Widjanarko (produser film) melanjutkan bahasan dengan berbagi sudut pandang dan pengalamannya di balik industri film. Diskusi ini membahas lebih lanjut tentang wacana Islam dan pembaharuan Islam yang dipotret dalam film-film Islam di Indonesia. (Serambi Salihara, Rabu 10 Agustus 2011)

042. Pembaruan Islam dan Film bersama Eric Sasono 12.10.2020

Kepopuleran film Islam telah menjadi tren baru di tengah industri perfilman Indonesia. Tetapi bagaimana wacana Islam digambarkan dalam film? Di episode pertama, Eric Sasono (kritikus film) membahas persoalan tersebut berdasarkan perkembangan konteks Islam dalam sejarah perfilman Indonesia. Diskusi ini mengulas secara teoritis perkembangan agenda serta karakter Islam dalam perfilman Indonesia. (Ser...

040. Erotika Nusantara: Serat Centhini bersama Elizabeth Inandiak 31.08.2020

Ketika kita membahas hal-hal yang berbau sensual, kenapa kita sering kali meminjam istilah-istilah dari Barat? Di episode pertama, Elizabeth Inandiak mengupas pemaknaan erotika yang terekam dalam karya sastra asal Keraton Solo, Serat Centhini. Kuliah ini mengulas kembali tembang-tembang dalam Serat Centhini untuk menggali makna erotika yang tumbuh dalam khasanah sastra nusantara. (Serambi Salihara...

041. Erotika Nusantara: Serat Centhini bersama Elizabeth Inandiak 31.08.2020

Di episode kedua, Elizabeth Inandiak mengupas lebih banyak lagi tembang-tembang Serat Centhini untuk melihat pemaknaan erotika dalam khazanah sastra Nusantara. Kuliah ini melihat bagaimana penggunaan istilah erotika tidak hanya dimaknai sebagai tindakan tetapi juga khayalan dan ajaran. (Serambi Salihara, 10 Maret 2012)

038. Jakarta Street Photography bersama Irma Chantily 23.08.2020

Fotografi jalanan atau street photography kerap menjadi tren yang menuai kontroversi. Mengapa demikian? Di episode pertama, Irma Chantily (pengamat dan pengajar fotografi) mengupas tentang praktik fotografi berdasarkan kesejarahan dan tokoh-tokoh penting di dalam perkembangannya, mulai dari Louis Daguerre, Henri Cartier-Bresson, sampai Robert Frank. Diskusi ini melihat hubungan fotografi jalanan d...

039. Jakarta Street Photography bersama Erik Prasetya 23.08.2020

Bagaimana fotografi jalanan diterapkan di Indonesia? Di episode kedua, Erik Prasetya (fotografer) membahas praktik fotografi jalanan dengan melihat hubungan fotografi jalanan dengan ruang publik. Diskusi ini membahas lebih dalam mengenai sisi estetika, emosi dan pendekatan dalam praktik fotografi jalanan berdasarkan karya-karya fotografer seperti Sebastião Salgado, W. Eugene Smith dan lain-lain. (...

036. Pemikiran Indonesia dalam Sastra (Laut, Bangsa, Puisi) bersama Arif B. Prasetyo 16.08.2020

Kongres Pemuda Kedua (27-28 Oktober 1928) menghasilkan Sumpah Pemuda yang mendeklarasikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Sejak itu pemikiran tentang kebangsaan dan kemerdekaan mulai dituliskan dalam sastra-sastra Indonesia. Di episode pertama, dalam rangka Hari Kemerdekaan ke-75 RI, Arif B. Prasetyo mengupas semangat kebangsaan dan nasionalisme melalui karya-karya para penyair pra dan...

037. Pemikiran Indonesia dalam Sastra (Laut, Bangsa, Puisi) bersama Arif B. Prasetyo 16.08.2020

Bahasa dan sastra Indonesia tidak bisa dilepaskan dari pemikiran mengenai keindonesiaan. Episode kedua, Arif B. Prasetyo membahas kelanjutan peran narasi puisi dalam memaknai nilai keindonesiaan. Diskusi ini meninjau lebih lanjut perkembangan puisi Indonesia yang mulai memikul beban modernisme. ‘Podcast’ ini dalam rangka Hari Kemerdekaan ke-75 RI. (Serambi Salihara, 05 Oktober 2011)

035. Lebah Madu Kecurian oleh Ria dan Lunang 02.08.2020

Pada suatu hari seekor lebah kecil yang lucu kehilangan madunya. Hmm siapa ya kira-kira pencurinya? Dalam rangka Hari Anak Nasional, episode kali ini menghadirkan pembacaan Lebah Madu Kecurian oleh Ria dan Lunang. Dongeng ini adalah karya Lunang (berusia empat tahun) yang dibuat dalam proses pementasan Papermoon Puppet Theatre mendatang.

033. Titik Tengah: Kilas Balik Peringatan 70 Tahun Sapardi Djoko Damono bersama Nirwan Dewanto 26.07.2020

Sajak-sajak Sapardi Djoko Damono bisa dimaknai dan dibahas dengan beragam perspektif. Di dalam perkembangan perpuisian Indonesia, bagi Nirwan Dewanto, karya-karya Sapardi berdiri sebagai “titik tengah” di antara konvensi dan avantgardisme. Di episode ini kita mengenang Sapardi Djoko Damono melalui pembahasan atas sajak-sajaknya yang menginspirasi perkembangan sastra Indonesia.  (Teater Saliha...

034. Titik Tengah: Kilas Balik Peringatan 70 Tahun Sapardi Djoko Damono bersama Nirwan Dewanto 26.07.2020

Sajak-sajak Sapardi Djoko Damono bisa dimaknai dan dibahas dengan beragam perspektif. Di dalam perkembangan perpuisian Indonesia, bagi Nirwan Dewanto, karya-karya Sapardi berdiri sebagai “titik tengah” di antara konvensi dan avantgardisme. Di episode ini kita mengenang Sapardi Djoko Damono melalui pembahasan atas sajak-sajaknya yang menginspirasi perkembangan sastra Indonesia.  (Teater Saliha...

032. Perempuan dan Ruang Publik oleh Nong Darol Mahmada 19.07.2020

Mengapa perempuan seringkali dibebani oleh aturan dan stigma masyarakat? Episode kali ini, bertepatan dengan Hari Keadilan Internasional, Nong Darol Mahmada (aktivis perempuan) membahas posisi ketubuhan perempuan yang kerap diobyektifikasi di ruang publik. Melalui kacamata tafsir Islam, diskusi ini mengulas persoalan ketimpangan yang muncul dari aturan normatif terhadap perempuan. (Serambi Salihar...

029. Pemikiran Sutan Takdir Alisjahbana di Seputar Sastra oleh Zen Hae 12.07.2020

Sutan Takdir Alisjahbana adalah tokoh penting dalam perkembangan sastra Indonesia modern pada awal abad ke-20. Ia adalah salah satu sosok di balik berdirinya majalah Pujangga Baru pada 1930-an. Di episode pertama ini Zen Hae (sastrawan) mengupas pemikiran Sutan Takdir mengenai kesusastraan pada masa itu yang sedang beralih ke zaman modern. (Serambi Salihara, 28 September 2013)

030. Pemikiran H.B. Jassin di Seputar Sastra oleh Arif B. Prasetyo 12.07.2020

H.B. Jassin adalah kritikus dan dokumentator kesusastraan Indonesia. Di episode kedua, Arif B. Prasetyo (sastrawan) membahas pemikiran H.B. Jassin, termasuk kewibawaan dan produktivitasnya mengkritik sastra Indonesia. Pemikiran apa yang ditawarkan H.B. Jassin dan sebenarnya apa peran kritikus dalam perkembangan sastra? (Serambi Salihara, 28 September 2013)

031. Pemikiran A. Teeuw di Seputar Sastra oleh Hasif Amini 12.07.2020

A. Teeuw adalah kritikus, pengkaji dan akademisi sastra Indonesia asal Belanda. Ide-idenya sangat penting dalam perkembangan kesusastraan Indonesia. Di episode ketiga, Hasif Amini (sastrawan) menelaah pemikiran A. Teeuw yang melakukan kritik sastra menggunakan sudut pandang berbeda dan belum pernah dikaji oleh para sastrawan pada masa itu. (Serambi Salihara, 28 September 2013)

027. Keindonesiaan dalam Pemikiran Sastrawan Perempuan bersama Manneke Budiman 05.07.2020

Bagaimana kita menemukan nilai keindonesian jika geliat sastra hanya dilihat dari ukuran estetika ibu kota? Di episode pertama, Manneke Budiman membahas persoalan tersebut dengan mengupas novel Pertarungan (2002) karya Hanna Rambe melalui perspektif unik yang mengimajinasikan kembali tanah air dan kenusantaraan. (Galeri Salihara, 28 September 2011)

028. Keindonesiaan dalam Pemikiran Sastrawan Perempuan bersama Manneke Budiman 05.07.2020

Di episode kedua, Manneke Budiman melanjutkan bahasan narasi keindonesiaan dengan meninjau cerita pendek “Laluba” (2005) karya Nukila Amal dan “Lelaki Beraroma Kebun” (2004) oleh Linda Christanty. Melalui dua cerita itu ia menggali lebih dalam dimensi segar dari imaji keindonesiaan yang lebih beragam. (Galeri Salihara, 28 September 2011)

025. Patung di Ruang Publik bersama Nyoman Nuarta 28.06.2020

Bagaimana seni patung menempatkan diri di ruang publik? Di episode pertama, Nyoman Nuarta membahas posisi patung di dalam ruang publik berdasarkan perspektif pematung. Berangkat dari pengalaman personalnya ketika membangun patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali, diskusi ini mengangkat pergulatan komersial seni patung di Indonesia sekaligus posisinya yang kerap termarjinalkan. (Serambi Salihara,...

026. Patung di Ruang Publik bersama Yuswadi Saliya 28.06.2020

Seiring perkembangan zaman, keberadaan patung di sudut-sudut kota tak semata menyuguhkan nilai estetik dan artistik tapi juga upaya memberi rupa baru dalam membangun wajah kota. Di episode kedua, Yuswadi Saliya melanjutkan perbincangan eksistensi patung di ruang publik dengan melihat hubungannya dengan lanskap perkotaan. Bagaimana patung, sebagai medium representasi, mengadaptasi nilai artistik te...

Listen to the Siniar Salihara podcast in Replaio

Radio and podcasts in one app - free, with no sign-up. Install today and do not miss the launch

Get it on Google Play

Replaio is not a podcast publisher; show names, artwork and audio belong to their authors and are distributed through public RSS feeds.