ujang sugara

Seputar Sastra

Arts ID ↓ 56 episodes

Belajar membaca pelbagai karya sastra baik Indonesia, Daerah, Dan Dunia.. Podcast ini dibuat untuk bertujuan mendokumentasikan karya sastra dan dinikmati bentuk audio. Kritik, Saran, dan Request melalui Instagram @ujangsugaraa

Author

ujang sugara

Category

Arts

Podcast website

podcasters.spotify.com

Latest episode

Aug 14, 2025

Where to listen?

Podcasts in the app Replaio Radio Coming soon

Podcasts are coming to the app soon. Install now and be the first to see a whole new take on podcasts

Get it on Google Play Install for free Android 5M+ downloads · 4.8 rating iOS soon

Episodes

Kang Sarpin Minta Dikebiri , Cerita Pendek Ahmad Tohari (Mata yang Enak Dipandang) 14.08.2025

Membacakan cerita pendek Ahmad Tohari

A.A. Navis - Malin Kundang, Ibunya Durhaka (Bertanya Kerbau pada Pedati) 13.08.2025

Membaca cerpen A.A. Navis

Idrus - Pasar Malam Zaman Jepang (Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma) 13.08.2025

Membaca Cerpen Idrus dalam Buku Dari Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma

Meditation by Marcus Aurelius (Book II) (Reading aloud in Indonesian Language) 28.07.2025

Dalam buku kedua Meditations , Marcus Aurelius membuka lembaran hari dengan kejujuran yang nyaris brutal. Ia tahu: hari ini ia akan bertemu dengan orang-orang yang menyebalkan, egois, suka pamer, tidak tahu diri. Dan ia tidak menolak kenyataan itu. Ia menerimanya. Inilah pelajaran tentang hidup bersama dunia yang tidak ideal—dan tetap menjadi pribadi yang tidak ikut tenggelam di dalamnya. Buku ini...

Meditations by Marcus Aurelius (Book I) (Reading aloud in Indonesian Language) 21.07.2025

Dalam episode ini, kita menyelami lembaran pertama dari Meditations, catatan batin seorang kaisar yang tidak hanya memerintah dunia, tetapi juga dirinya sendiri. Buku 1 bukan tentang kekuasaan atau strategi perang, melainkan tentang rasa syukur dan pengakuan yang dalam kepada orang-orang yang membentuk jiwanya. Marcus Aurelius menuliskan satu per satu nama yang dikenalnya seperti ayah angkatnya ya...

Mustofa Bisri - Putra-Putra Ibu Pertiwi 22.08.2024

Melalui puisi Putra-putra Ibu Pertiwi, Mereka ingin menyampaikan bahwa tidak semua putra-putra Ibu Pertiwi lahir sebagai pahlawan dan pejuang, sebagian lagi terlahir menjadi bajingan-bajingan. Itu merupakan realitas yang ada pada bangsa Indonesia dan akan selalu ada. Para bajingan itu menjadi hama bagi para patriot dan pejuang.

Gegaraning Wong Akrami. Tembang Macapat Asmarandhana. Didendangkan oleh: Nofika Indah Lestari 18.03.2024

Melalui Macapat Asmaradhana, Nofika ingin menyampaikan kalau mencari pasangan hidup, tidak sekadar melihat dari fisik ataupun harta, sebab kebahagiaan hidup tidak semata fisik dan harta. Kebahagiaan hidup diukur dari sifat seseorang bukan rupa ataupun harta. Untuk itu, penting mencari orang yang saling menghargai dan saling mempercayai.

7 Ramadan 1445 H. Senja. Karya: Aurelia Alisa Putri Larasati, Dibacakan oleh: Ignes Widowati 17.03.2024

Melalui puisi Aurelia Alisa Putri Larasati berjudul Senja, Ignes ingin menyampaikan bahwa senja yang selalu datang di iantara terangnya siang menuju gelap malam hadir membawa keseimbangan alam. Meskipun kehadirannya hanya sebentar saja, tapi senja mau mengalah menggantikan siang dan digantikan malam dalam sekejap. Karena ia tahu, bahwa dirinya tetap indah.

6 Ramadan 1445 H. Sajak Anak Muda. Karya W.S. Rendra. Dibacakan oleh: Vellen Dicky Pradana 17.03.2024

Melalui puisi W. S. Rendra berjudul Sajak Anak Muda, Dicky ingin menyampaikan kepada anak muda bahwa harus jadi anak muda yang berkarakter dan tidak mudah terbawa arus, anak muda juga harus punya visi serta mampu mengupayakan kenyamanan yang memiliki progres serta produktivitas.

5 Ramadan 1445 H Hitam Putih, Abu-abu. Karya: Hana Andriningrum 15.03.2024

Melalui cerpennya, Hana ingin menyampaikan kepada semuanya bahwa tidak semua hal bisa dipandang benar dan salah. Semuanya perlu memahami tujuan, alasan, dan konteks. Rumit? Tentu.

4 Ramadan 1445 H. Sajak Sebatang Lisong. Karya: W.S. Rendra. Dibacakan oleh: Wisnu Aji Pamungkas 14.03.2024

Melalui puisi W.S. Rendra berjudul Sajak Sebatang Lisong, Wisnu kembali membaca ulang sajak Rendra dan mengajak semuanya untuk merenungi relevansi Sajak Sebatang Lisong yang ditulis tahun 1977 dengan situasi saat ini.

3 Ramadan 1445 H Menyebrang Jembatan. Karya: Aan Mansyur. Dibacakan oleh: CM 13.03.2024

Melalui puisi Aan Mansyur berjudul Menyebrang Jembatan, CM ingin menyampaikan kepada semuanya bahwa kita dan ibu selalu memiliki utang kisah yang tidak pernah tersampaikan dan bahasa tidak memiliki kata-kata yang tepat dan ibu selalu paham dan mengingat dan kecupannya selalu hangat.

2 Ramadan 1445 H Bangsa Mbalelo Karya: Kunta Anjana, Dibacakan oleh: Kunta Anjana 12.03.2024

Melalui puisinya berjudul Bangsa Mbalelo, Anjan ingin menyampaikan kepada semuanya atas keresahan akan fenomena terhadap bangsanya yang krisis jati diri dan terbawa arus budaya populer. Dari puisinya banyak menyajikan gambaran mengenai kesenjangan dan realita yang terjadi saat ini. Anjan juga menyampaikan untuk menjadi pribadi yang teguh terhadap pendiriannya.

1 Ramadan 1445 H Bagaimana Cara Mengucapkan Terima Kasih Karya: Helvy Tiana Rosa Dibacakan oleh: Tata 11.03.2024

Melalui puisi Helvy Tiana Rossa berjudul “Bagaimana Cara Mengucapkan Terima Kasih, Tata ingin menyampaikan bahwa di setiap perjalanan kita, selalu ada Tuhan yang menyertai. Tuhan selalu memberikan kita amunisi lewat beragam cara dan perantara, bahkan dengan yang tidak kita duga. Lalu bagaimana kita berterimakasih kepada Tuhan dengan segala kasih sayangNya?

Mukadimah "Membaca Karya Sastra Bersama Teman-teman Ujang" 09.03.2024

Mukadimah atau pembukaan, mungkin lebih tepatnya pengantar dalam memulai sesi “Ramadan membaca karya sastra bersama teman-teman Ujang”. Mukadimah ini berisi mengenai awal mula saluran podcast “Seputar Sastra” dan latar belakang sesi “Ramadan membaca teman-teman Ujang.” Di mukadimah ini, Ujang juga membacakan puisi berjudul Puasa Dipertanyakan karya Y.S. Sunaryo secara spontan, tanpa membaca sebelu...

W. S. Renda - Pesan Pencopet Kepada Pacarnya 26.10.2023

Puisi W. S. Rendra berjudul Pesan Pencopet Kepada Pacarnya

Joko Pinurbo - Dari Raden Ajeng Kartini untuk Maria Magdalena Pariyem 22.10.2023

Puisi Joko Pinurbo

W. S. Rendra - Maskumambang 14.10.2023
Puisi Emha Ainun Nadjib dan Puisi Aan Mansyur 14.10.2023

Puisi Emha Ainun Nadjib dan Puisi Aan Mansyur

Pablo Neruda - Kata 07.10.2023

Puisi Pablo Neruda - Kata (Dibacakan spontanitas)

Ahmad Tohari - Mata yang Enak Dipandang 11.03.2023

Mata yang enak dipandang, sebuah cerpen Ahmad Tohari yang diterbitkan Kompas, 29 Desember 1991. Mirta seorang buta dan Tarsa si penuntunnya. Di stasiun mereka mencari kehidupan, kehidupan yang sekadar memenuhi kebutuhan perutnya, sekadar itu. Dan, sesulit itu.

Potret Taman untuk Allen Ginsberg, Puisi Karya Goenawan Mohamad 18.10.2022

-

Cerpen Indra Trenggono 25.03.2022

Cerpen Indra Trenggono

Tentang Seorang yang Membunuh Kedilan di Penjaga Konstitusi, cerpen Remy Sylado 31.07.2021

Cerpen ini ditulis oleh Remy Sylado dan dimuat di Kompas hari Minggu 30 Maret 2014

Pohon Kapuk Tepi Jalan, oleh Teuku Hendra Keumala 25.07.2021

Cerpen Pohon Kapuk Tepi Jalan. 1 Juli 2021 12.37 WIB. Teuku Hendra Keumala, lahir di Nagan Raya, 20 Maret 1986, aktif menulis cerpen dan artikel, serta bekerja sebagai jurnalis di salah satu media lokal di Aceh.

Listen to the Seputar Sastra podcast in Replaio

Radio and podcasts in one app - free, with no sign-up. Install today and do not miss the launch

Get it on Google Play

Replaio is not a podcast publisher; show names, artwork and audio belong to their authors and are distributed through public RSS feeds.