Di Beranda

Di Beranda

Arts ID ↓ 30 episódios

mencoba teduh dan sungguh-sungguh

Não deixe de visitar o site do podcast e apoiar quem o produz: waktudiberanda.blogspot.com

Autor

Di Beranda

Categoria

Arts

Site do podcast

waktudiberanda.blogspot.com

Último episódio

4 de jul de 2024

Onde ouvir?

Podcasts no app Replaio Radio Em breve

Os podcasts estão chegando ao app. Instale agora e seja o primeiro a descobrir um jeito totalmente novo de curtir podcasts

Baixe no Google Play Instale grátis Android 5 mi+ downloads · nota 4,8 iOS em breve

Episódios

menyaksikan diri kita 04.07.2024

Salah satu puisi dari unggahan "Tubuh Kita Musim Pancaroba". Teman-teman juga bisa membacanya di blog pribadi kami, waktudiberanda.blogspot.com

mau bilang apa ke dirimu waktu kecil? 01.06.2024

Jangan lupa bilang makasih, dirimu waktu kecil yang lugu dan menggemaskan itu udah berhasil bertahan hingga saat ini.

kamu sedang dibentuk 29.05.2024

Untuk menjadi kuat, kita nggak perlu melemahkan yang lain. Menjadi tinggi, nggak perlu merendahkan yang lain.

kamus kecil, joko pinurbo 28.04.2024

Selamat hari puisi nasional.

patah lalu tumbuh 28.02.2024

Ada yang patah lalu tumbuh, ada yang remuk sebelum benar-benar terbentuk, ada yang tragis sebelum datang hal-hal penuh manis. Dibacakan oleh salah satu teman Di Beranda.

kenapa? sini cerita 16.01.2024

Mungkin setelah ini, setelah keluar dari masalah ini, dunia yang baru udah nungguin kamu di depan. Yang cerah warnanya, yang senyum dan tawa hiasannya.

bilang cinta, cerita, atau doa 22.12.2023

Ya, tentu, setiap hari adalah hari Ibu. Seluruh waktu tidak akan pernah cukup hanya dengan sekadar kata-kata. Mana mungkin.

tak pernah fasih mengenali kepergian 05.12.2023

Mengapa kita tak pernah fasih mengenali kepergian dan selalu mengutuk kata 'selamat tinggal' berulang-ulang. Orang-orang datang dan pergi, menaruh cinta atau menaruh luka, memilih tinggal atau memilih tanggal, pergi dengan alasan-alasan yang terkadang tak bisa kau pahami.

keretamu tak menuju ibu kota jantungku 12.10.2023

membaca beberapa puisi yang terkumpul dalam satu unggahan berjudul "keretamu tak menuju ibu kota jantungku". teman-teman juga bisa membaca puisi-puisi ini atau tulisan-tulisan lain di blog pribadi kami, waktudiberanda.blogspot.com

apa, sih, yang dikejar 22.09.2023

Padahal nggak semuanya, apa-apa harus balapan, ini-itu harus jadi yang duluan.

gambar kesunyian di jendela, shinta febriany 08.07.2023

Membaca beberapa puisi dari buku kumpulan puisi berjudul "Gambar Kesunyian di Jendela" karya Shinta Febriany. Dibacakan oleh podcaster Ruang Tunggu Kita.

diri sendiri, terima kasih 17.04.2023

Sekali lagi, kepada diri sendiri, atas segala upaya hingga bisa sampai dan masih tegak di titik ini: terima kasih.

di penghujung tahun 24.12.2022

Tenang, apa-apa yang memang sejak awal ditakdirkan untukmu, tidak akan pernah salah jalan. (menuju 2023)

Duduk Dulu, Syahid Muhammad 10.10.2022

Membaca sebagian kecil, isi dari buku self improvement berjudul "Duduk Dulu" karya Syahid Muhammad. Untuk hari kesehatan mental sedunia. Jangan lupa terus sayang sama diri sendiri.❤️

yah, kecewa lagi 15.05.2022

Yang sedang kecewa, semoga lekas menemui bahagianya. Yang masih gelisah, semoga juga lekas menemui penerimaannya.

move on, ya 15.05.2022

Siapa pula yang sanggup menyelami hati sebagai palung yang paling dalam. Tiada yang sanggup mengukur kedalamannya, juga apa-apa yang ada dan masih semayam di dalamnya.

Memastikan Kematian, M. Aan Mansyur 21.04.2022

Sebuah puisi dari kumpulan puisi "Melihat Api Bekerja" karya M. Aan Mansyur

Perasaan-Perasaan yang Menyusun Sendiri Petualangannya, Gunawan Maryanto 13.02.2022

Membaca beberapa puisi dari buku puisi berjudul "Perasaan-Perasaan yang Menyusun Sendiri Petualangannya" karya Gunawan Maryanto.

Waktu Bagian Overthinking 05.01.2022

Meskipun overthinking adalah hak semua bangsa, tapi memelihara itu semua ternyata kebanyakan ruginya. Sudahi. Cukupi. :)

Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau, M. Aan Mansyur 19.12.2021

Membaca beberapa puisi dari buku "Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau" karya M. Aan Mansyur (Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa tahun 2021 kategori puisi). Dibacakan bersama Podcaster Ruang Tunggu Kita.

Jawaban Alina, Seno Gumira Ajidarma 01.06.2021

Cerpen Jawaban Alina (Pondok Aren-2001) karya Seno Gumira Ajidarma. Dibacakan dengan indah oleh Puan pemilik podcast Ruang Tunggu Kita.

Sepotong Senja Untuk Pacarku, Seno Gumira Ajidarma 27.04.2021

Cerpen Sepotong Senja Untuk Pacarku (Karangbolong-Jakarta, 1991) karya Seno Gumira Ajidarma.

Telanjang di Depan Cermin, M. Aan Mansyur 23.01.2021

Sebuah puisi dari kumpulan puisi "Melihat Api Bekerja" karya M. Aan Mansyur

kepada luka, yang pernah menganga 16.01.2021

Kita tidak akan mengerti sakit jika tak ada luka. Kita tidak akan mengerti bangkit jika tak pernah terjatuh. Mulai saat ini, kita akan melangkah, jauh, lebih jauh lagi menuju masa depan.

menangislah, tak mengapa 13.12.2020

Jalan-jalan akan terbuka, lika-liku akan menemui ujungnya. Untuk kita yang berusaha untuk pulang. Pada sebuah tempat yang seharusnya. Pada sebuah penyelesaian yang akan meringankan dan mengakhiri keresahan. Ceritakan, kau tak sendiri.

Ouça o podcast Di Beranda no Replaio

Rádio e podcasts em um só app - grátis e sem cadastro. Instale hoje e não perca o lançamento

Baixe no Google Play

O Replaio não é o publicador dos podcasts; os nomes dos programas, as capas e o áudio pertencem aos seus autores e são distribuídos por feeds RSS públicos