Kata Puan
Suara Puan
Cuma seorang pemerhati yang gemar merenung dan menuliskan kehidupan.
Where to listen?
Podcasts in the app Replaio Radio Coming soonPodcasts are coming to the app soon. Install now and be the first to see a whole new take on podcasts
Episodes
belajar dari prinsip cahaya. 23.04.2022 3:36
Semua orang ingin jadi cahaya, tapi banyak yang tak mau bergerak. Padahal cahaya tak ada gunanya kalau ia hanya diam di tempat yang terang. Ia harus mau menyambar sudut-sudut gelap, dan membawa terang.
nahkoda tanpa awak kapal. 22.04.2022 3:05
Beberapa dari kita, adalah nahkoda tanpa awak kapal. Kemandirian begitu leluasa, membuat kita merasa bebas. Padahal, sendiri tak akan pernah membawa kita jauh. Sebab samudra terlalu luas untuk ditaklukkan sendirian.
kalah perang sebelum berjuang. 20.04.2022 3:20
Ketidakpercayaan kita pada diri sendiri adalah musuh terbesar yang harus kita hadapi. Bukan untuk ditaklukkan dan jadi pribadi yang jumawa, tapi justru untuk diajak berkawan. Agar kehadirannya menjadikan kita tetap membumi, tapi jangan sampai menghalangi langkah kita ke depan.
tersinggung dengan pendapat orang lain. 18.04.2022 3:18
Seterbuka apapun, manusia pasti sesekali masih bisa merasa tersinggung dengan pendapat orang lain yang seakan menyerang dirinya. Tidak apa-apa, wajar. Tapi jangan sampai berlarut dan jadi keruh, sampai-sampai kita tak lagi bisa bersikap netral terhadap mereka yang pendapatnya berbeda dengan kita.
kita juga layak atas cinta. 16.04.2022 3:36
Jangan sampai dengan keleluasaan kita memberi, kita jadi lupa satu hal yang paling penting: menyisakan cinta untuk diri kita sendiri.
memangnya hidup harus selalu berhasil? 15.04.2022 3:48
Mengapa begitu? Mengapa tidak melihat keberhasilan sebagai sesuatu yang hanya sesekali dan fana? Pada akhirnya, bukankah hidup yang berhasil adalah sesederhana hidup yang tak membuat kita menyerah?
untuk manusia-manusia overprotektif. 13.04.2022 3:24
Sikap protektifmu itu untuk melindungi siapa? Melindungi hak, atau egomu semata?
kembali pada yang paling esensi. 11.04.2022 2:59
Semakin dewasa, manusia semakin mengerti: kita tak pernah hidup tenang kalau terus menerus pedulikan gengsi.
fakta-fakta di rumah. 09.04.2022 3:26
Suasana puasa, identik dengan rumah. Berikut ini saya menjabarkan sedikit observasi saya, yang mungkin mirip dengan apa yang kamu rasakan. Kita sama-sama 'pulang', ya.
jalan-jalan ke padang rumput. 08.04.2022 3:58
Memasuki hari ke-tujuh puasa, hari ini saya mau mengajakmu untuk duduk tenang dan bersantai di bawah pohon besar, dan belajar dari mereka.
mengenal orang lain seapa-adanya. 06.04.2022 3:43
Untuk dapat menjalin hubungan yang kaya, dibutuhkan keberanian untuk kita dapat melihat seseorang tanpa melekatkannya pada pribadi lain. Biar dengan demikian, kita dapat terus jatuh cinta dengan setiap pertemuan dan belajar dari cerita unik yang dibawa setiap manusia.
jangan buru-buru ganti yang baru. 05.04.2022 3:44
Belajarlah untuk memperbaiki, bukan mengganti. Baru nanti, setelah segala cara sudah kita coba, kita akan tahu dengan sendirinya, kapan waktu terbaik untuk ganti yang baru.
kehilangan sesuatu yang kita jaga. 02.04.2022 3:12
Banyak hal dalam hidup ini sudah mati-matian kita jaga, tapi harus hilang dan pergi pada akhirnya. Sedih? Pasti. Wajar. Tapi itu tetap lebih baik, ketimbang kehilangan sesuatu yang kita sia-siakan, justru saat sesuatu itu masih ada.
surat dari hati: pesan selama isolasi. 01.04.2022 4:35
Teman-teman, sudah satu minggu saya terpapar Covid. Maafkan suara saya yang masih bindeng, karena memang sedang dalam fase pemulihan. Berikut ini beberapa hal yang ingin saya bagikan selama periode saya sakit. Semoga bisa belajar satu-dua hal dari episode hari ini.
harus berjalan ataukah berlari? 30.03.2022 2:41
Boleh lari. Asal tahu, ia punya konsekuensi. Lagi pula, hidup hanya perlu diarungi saja, tanpa peduli cepat atau lambat kita berjalan. Pada akhirnya, yang penting ialah kita punya: teman perjalanan yang menemani dan menggandeng tangan.
dari perempuan pada perempuan lainnya. 28.03.2022 2:41
Semangat keperempuanan adalah semangat yang hendaknya senantiasa kita bawa. Biar sampai kapanpun, hidup kita ini membawa misi yang mulia: untuk membuka jalan baru dan menjadikan dunia tempat yang lebih baik setiap harinya.
iri akan keberhasilan orang lain. 26.03.2022 2:23
Saat rasa iri datang, jangan lupa tanyakan lagi pada hatimu. Apakah ini benar iri, ataukah produk dari rasa ingin menyaingi?
untukmu, anak perempuan pertama dalam keluarga. 25.03.2022 2:41
Beban kita berat. Peran kita banyak. Tapi dari sana, lahir ketahanan dan kekuatan, yang mungkin tak bisa dimiliki jika kita tidak dilahirkan begini.
surat dari hati: yang mana dirimu sebenarnya? 23.03.2022 4:46
Tulisan ini adalah tulisan refleksi tentang impostor syndrome yang sering kali kita hadapi saat kita mengerjakan sesuatu. Pada saya, tentu dalam hal menulis. Tapi saya kira, pesan ini boleh jadi refleksi siapa pun kamu, yang sedang berjuang jadi lebih baik setiap hari, untuk tidak takut melangkah hanya karena khawatir dikatakan palsu.
perhatian yang tidak seharusnya. 21.03.2022 2:37
Terkadang, perhatian kita yang didasari oleh cinta, suka salah sasaran. Ia bermanifestasi jadi sesuatu yang membuat orang lain risih. Padahal, tidak seharusnya demikian. Ada cara lebih baik kita bisa menyalurkannya. Episode ini adalah tentang itu.
intens. 19.03.2022 3:05
Kamu salah satu orang yang intens? Bersyukurlah. Siap-siap mengarungi hidup yang kaya dan penuh warna.
sedih yang lebih sedih dari milik kita sendiri. 18.03.2022 2:31
Ada kesedihan yang rasanya lebih sedih dari milik kita sendiri. Sedih yang menjalar, yang datangnya dari orang-orang yang kita sayang. Apa yang bisa kita lakukan, dalam hadapi kesedihan macam itu?
bukan karma mereka, tapi kita. 16.03.2022 3:07
Setiap kali kita berharap yang buruk terjadi pada orang yang menyakiti kita, sesungguhnya kita sedang melanjutkan lingkaran karma, yang nantinya akan kembali pada diri kita sendiri.
sedih, tapi ikhlas. 14.03.2022 2:33
Tidak apa-apa kalau sedih. Bukan tak ikhlas, hanya masih peduli.
ketakutan yang menyelamatkan. 12.03.2022 3:09
Rasa takut bisa menjalar seperti racun. Tapi ia tak boleh kita biarkan. Sebab sebesar-besarnya, ia tetap beri kita ruang untuk keberanian.
Similar podcasts
Replaio is not a podcast publisher; show names, artwork and audio belong to their authors and are distributed through public RSS feeds.