Menjadi Manusia

Menjadi Manusia

Suara yang merekam cerita hidup manusia untuk menemanimu kala rehat dari bisingnya dunia.

Author

Menjadi Manusia

Category

Education

Podcast website

menjadimanusia.id

Latest episode

Jul 4, 2024

Where to listen?

Podcasts in the app Replaio Radio Coming soon

Podcasts are coming to the app soon. Install now and be the first to see a whole new take on podcasts

Get it on Google Play Install for free Android 5M+ downloads · 4.8 rating iOS soon

Episodes

285. Kapan Nikah? Kapan-Kapan! 24.06.2022

“Kapan nikah?” barangkali sudah menjadi pertanyaan yang lumrah untuk dilontarkan. Kita yang sudah punya pasangan tetapi belum siap mengutarakan janji suci kadang harus terbiasa mendengarnya.

284. Apa yang Sebenarnya Kita Rayakan? 19.06.2022

Keluargamu dan teman-teman lainnya terus menghubungiku. Mereka bertanya, “Kenapa aku tak menghadiri pesta?” Aku hanya bertanya kembali pada mereka, “Apa yang sebenarnya kita rayakan?”

283. Orang yang Tepat 17.06.2022

Terkadang, dalam kisah percintaan, kita tidak perlu sibuk keluar untuk mencari orang yang tepat. Mereka sudah hadir dari dulu, di keseharian kita, tetapi waktu berhasil menyembunyikannya.

282. Mengapa Kita Saling Menjaga Hati, Kalau Akhirnya Bukan Siapa-Siapa? 12.06.2022

Demi Tuhan, dengan sebenar-benarnya, telah kujaga hati ini sambil terus merawat cinta di dada. Hari demi hari kutanyakan kabar, kutelepon sembari menunggu rasa kantuk, kutularkan semangat saat tugas sedang bertumpuk. Dia lalu hilang tanpa kabar, berhari-hari, kemudian datang untuk pergi sejauhnya-jauhnya.

281. Lama Tak Bersua 10.06.2022

Manusia yang baik hati belum tentu bisa menjadi pasangan yang baik pula. Terkadang, perpisahan adalah satu-satunya jalan untuk tetap saling mencintai.

280. Datang Seperti Gula-Gula 05.06.2022

Buatku, yang paling menarik dari cinta adalah kemampuannya untuk membuat kita menjadi bodoh.

279. Dengar Degup Jantung Ini, Aku Jatuh Hati 03.06.2022

Sering sekali aku berharap supaya kamu bisa mendengar degup jantung ini, supaya kamu mengerti, supaya kamu paham bahwa dalam diam ada rasa yang begitu dalam.

278. Untuk Dirimu Sendiri 29.05.2022

Kita mesti menyadari bahwa kita kini hidup di dunia yang teramat kacau. Terkadang, bahkan dalam kepala kita sendiri, tak ada ruang aman untuk berlindung.

277. Seseorang di Tengah Kerumunan 27.05.2022

Kita sudah memikirkan kemungkinan penghakiman orang lain akan diri kita. Seakan-akan kita melihat hidup lewat mata mereka ketika kita punya mata kita sendiri, ketika kita punya penilaian sendiri, ketika kita punya hidup kita sendiri.

276. Mencari Bantuan Adalah Tindakan yang Berani 22.05.2022

Kadang kita mengira bahwa mencari pertolongan adalah hal yang memalukan. Padahal, itu adalah tindakan yang penuh keberanian.

275. Aku Gemini maka Aku Jahat? 20.05.2022

Gemini sering kali dianggap sebagai seorang antagonis dalam setiap kisah. Padahal, kebanyakan dari mereka hanya berusaha menjadi dirinya sendiri dan menjalani hidup sebaik-baiknya.

274. Berani Meminta; Berani Sembuhkan Diri 15.05.2022

Lambat laun, ternyata nyali adalah ketika kita berani meminta pertolongan, menyadari bahwa kita merupakan manusia yang tidak dapat hidup seorang diri, memahami bahwa ada hal-hal yang tidak mampu kita kendalikan.

273. Salah Ayah, Salah Ibu, Salah Semua Orang 13.05.2022

Tidak, ibu tidak mati. Dia hanya menjelma bentuk yang lain, yakni udara yang mengisi setiap sudut rumah, menghidupi setiap penghuninya untuk terus mencoba ikhlas akan kesepian, kehilangan, juga ketidaksempurnaan sebagai pelajaran sepanjang usia.

272. Yang Paling Membutuhkan Bantuan Adalah Dirimu Sendiri 08.05.2022

Pesan Suara kali ini hadir untuk mengingatkanmu tentang berharganya setiap peluh dan perjalanan hidup. Toh, tidak ada salahnya untuk beristirahat sejenak dan menumbuhkan kasih bagi dia yang membutuhkannya: dirimu sendiri.

271. Ya, Begitulah Hidup 06.05.2022

Begitulah hidup, ia akan selalu datang dengan lebih sulit. Kita akan kesulitan, kita akan terluka, kita akan biasa, lalu kita akan dewasa. Kita akan memar, kita akan belajar, kemudian kita akan dipaksa belajar selagi kita masih memar.

270. Di Tengah Takbir, Kita Tak Berdaya 01.05.2022

Momen takbir selalu bisa mengoyak-ngoyak hati dan kepala. Kenangan terbaik seolah dihadirkan kembali supaya aku ingat bahwa mereka tidak akan bisa terulang; bahwa di tengah takbir dan di hadapan langit yang luhur, manusia akan selalu kecil dan tidak berdaya.

269. Amarah, Penyesalan, Memaafkan dan Berlatih Bijak dalam Mengambil Keputusan 29.04.2022

Jika kita merasa kecewa, tanya ke diri sendiri: apakah ada manfaat dari marah yang kita proyeksikan ke orang lain? Jika kita memang yang salah, sudah sebaiknya kita bisa mengatakan kata maaf, sebab manusia-manusia seperti kita ini adalah sarang dari perilaku abai dan lalai.

268. Yang Membuatmu Terus Berjalan 24.04.2022

Tapi mungkin, melakukan kebaikan memang bukanlah perihal ukuran. Mungkin, kebaikan tak selalu dibalas dengan apa yang kau pahami sebagai kebahagiaan. Dengan ragam bentuknya, berbuat baik adalah yang membuatmu terus berjalan.

267. Jalan Pulang 22.04.2022

Di jalan pulang, aku bersatu dengan segala profesi yang ada. Di sini, tak ada pangkat, peringkat dan jabatan. Di jalan pulang, yang aku lihat hanya satu, yakni kumpulan manusia yang berkorban untuk kehidupan.

266. Jika Hidup Mempermainkan, Ayo Kita Ikut Bermain! 17.04.2022

Pesan Suara kali ini mengisahkan seseorang yang merasa dipermainkan oleh hidup. Terkadang, tidak ada gunanya untuk melawan. Mungkin saja, jika hidup mempermainkan, kita hanya perlu menerima dan ikut bermain dengannya.

265. Menceburkan Diri 15.04.2022

Asal mau menantang diri sendiri dan terbentur lagi dengan kenyataan-kenyataan pahit lainnya, kamu mungkin akan bergerak lagi; seperti menceburkan diri ke dalam kolam permasalahan untuk berenang dan mencari tepi-tepi kehidupan.

264. Kata Mereka, Pola Pikirku Terlalu Kekanak-kanakan 10.04.2022

Manusia belum jadi manusia jika tujuan hidup belum bisa diukur, katanya. Apakah itu arti dari menjadi manusia yang kita cita-citakan sedari kecil?

263. Menyelami Kegagalan 08.04.2022

Pesan Suara kali ini mengisahkan ketidakpercayaan diri dan kegagalan. Pada akhirnya, kegagalan bukanlah aib. Tidak apa-apa untuk mengalami kegagalan. Toh, suatu saat nanti, kita semua akan menertawakannya sebagai lelucon.

262. Tapi Tadi, Tapi Nanti 03.04.2022

Sekarang, kembalilah tanya pada sanubari, Mengapa diri ini selalu berusaha mencari tentu pada sesuatu yang tak patut ditunggu? Bukankah yang pasti adalah ketidakpastian itu sendiri?

261. Kembali Lagi Menjenguk Diri Ini 01.04.2022

Ada kesal yang tidak mungkin aku luapkan hanya demi kebahagiaan orang lain. Ada amarah yang kupendam agar tidak melukai orang lain. Ada suka yang tak berani kunyatakan karena begitu khawatirnya aku akan penolakan. Ya, semuanya tentang orang lain.

Listen to the Menjadi Manusia podcast in Replaio

Radio and podcasts in one app - free, with no sign-up. Install today and do not miss the launch

Get it on Google Play

Replaio is not a podcast publisher; show names, artwork and audio belong to their authors and are distributed through public RSS feeds.