Menjadi Manusia

Menjadi Manusia

Suara yang merekam cerita hidup manusia untuk menemanimu kala rehat dari bisingnya dunia.

Author

Menjadi Manusia

Category

Education

Podcast website

menjadimanusia.id

Latest episode

Jul 4, 2024

Where to listen?

Podcasts in the app Replaio Radio Coming soon

Podcasts are coming to the app soon. Install now and be the first to see a whole new take on podcasts

Get it on Google Play Install for free Android 5M+ downloads · 4.8 rating iOS soon

Episodes

335. Waktu Tidak Akan Menyembuhkan 16.12.2022

Waktu tidak menyembuhkan, ia hanya mewadahi kita untuk memilih kesempatan dalam bertahan, untuk memilih hidup.

334. Jika Dia Memang untukmu 11.12.2022

Takdir tak pernah bertanya seberapa dalamnya kau mencintai seseorang. Jika ia untukmu, ia tak akan pergi meninggalkanmu.

333. Tidak Ada Ilmu Pasti dalam Merelakan 09.12.2022

Tahun ini adalah momentum yang tepat untukku dalam belajar melepaskan. Sejatinya, kita memang tidak pernah memiliki apa-apa, bahkan tubuh akan kembali ke tanah supaya jiwa dapat bermukim abadi di angkasa.

332. Kiamat Ini Bukanlah Akhir dari Dunia 04.12.2022

Tidak, aku tidak hanya sedang berbicara tentang kekasih saja. Perkara merepotkan seperti ini bisa ditemukan dalam berbagai hal: pekerjaan, hubungan percintaan, atau mungkin juga persahabatan.

331. Bagaimana Caranya untuk Ikhlas? 02.12.2022

Bagaimana cara belajar ikhlas? Ah, pertanyaan itu tampaknya jadi pertanyaan yang paling sulit untuk kita jawab. Pasti salah satu dari kita sudah pernah menerima macam-macam tips, saran, dan cara-cara untuk bisa ikhlas.

330. Untuk Aku dan Kamu di Masa Sekarang 27.11.2022

Aku ini seperti kamu, manusia yang juga berproses tiap detiknya; manusia yang kerap jatuh; manusia yang kerap gagal; manusia yang rumit.

329. Terbentur, Terbentur, Coba Ulang dari Awal Lagi 25.11.2022

Terbentur, terbentur, berantakan. Terbentur, terbentur, coba ulang dari awal lagi. Ya, Begitulah hidup.

328. Menjelang Penghujung Tahun 20.11.2022

Tahun ini akan segera usai. Sudah menjadi kebiasaan manusia di muka bumi ini untuk melakukan kilas balik di akhir tahun tentang apa saja yang sudah terjadi dalam hidupnya selama setahun terakhir.

327. Memaknai Perhentian di Dermaga 18.11.2022

Siapa yang kira, kita mampu berlayar sejauh ini dan bertahan dari berbagai terpa? Sampan ini pun tidak menduga bahwa ia telah menjelma kapal yang kaya akan pengalaman dan pengetahuan.

326. Makna Apa yang Coba Hidup Beri? 13.11.2022

Maka kumantapkan lagi langkah kakiku menuju cermin di ujung kamarku dan mengucapkan mantra ini berulang-ulang: sebaik-sebaiknya diriku adalah aku yang sekarang dan tidak membandingkan diriku dengan orang lain.

325. Aku Kehilangan Aku 11.11.2022

Tidak ada yang benar-benar pasti. Aku akan kembali kehilangan diriku, tapi aku akan kembali ke jalan pencarian.

324. Bahagiamu Tak Butuh Pengakuan 06.11.2022

Tak kusangka, jalan hidup yang kulalui sudah membawaku hingga sejauh ini. Satu per satu, ambisi dan angan-angan mulai tercapai.

323. Kota Memburu Pekerja 04.11.2022

Kota ini mulai kembali ke wajah aslinya. Sudah terlihat, orang saling terburu-buru, tampak mereka saling memburu. Kepulan asap putih tipis sudah bergantian keluar sejak pagi keemasan.

322. Hari Ini Kucukupkan Ekspektasi 30.10.2022

Tak terhitung berapa skenario yang berakhir tetap menjadi skenario, menjadi draf cerita di kepala yang tidak bisa kuubah menjadi nyata.

321. Balada Menjelang Seperempat Abad 28.10.2022

Kenyataan saat ini mungkin memang cukup pahit. Beberapa mimpi sepertinya memang harus diterpa angin kencang di musim dingin, sampai-sampai aku menggigil saat aku bahkan tak punya sehelai kain untuk berselimut. 

320. Keruwetan Isi Kepala Malam Ini 23.10.2022

Pekerjaan tampaknya sudah menyita diriku terlalu jauh. Di waktu kosong seperti ini saja, aku masih memikirkan pekerjaan. Aku jadi lupa membersihkan sampah yang berserakan di lantai. Aku jadi lupa memasukkan baju ke lemari, padahal sudah rapi terlipat dari beberapa hari lalu. Ini adalah waktunya untuk aku mengurai, apakah yang kulakukan ini benar-benar sehat untukku?

319. Tegarlah dalam Setiap Tikungan 21.10.2022

Aku cuma ingin bilang: tidak ada yang salah dengan berpura-pura baik-baik saja di hadapan orang lain. Aku tau, kamu melakukannya dengan alasan yang jelas. Kamu pasti punya alasan kenapa luka-luka itu belum juga mengering. Dan, kalau kamu tidak mengetahui alasannya, tidak apa-apa juga. Kita masih punya waktu untuk menyadarinya. Ke mana pun itu, semoga kita mengarah pada tujuan yang baik, ya.

318. Berhenti, Menepi, Mengambil Jeda 16.10.2022

Aku merasa hidup menuntutku untuk terus bergerak. Tak peduli ia membawaku pada ketinggian yang sunyi, atau ke jurang penyesalan yang dalam. Yang pasti kuketahui, aku tak bisa diam di tempat. Bagai mesin, kini tiap usaha diukur dengan deadline dan waktu dipadankan dengan timeline .

317. Tidak Ada Manusia yang Paling Manusia 14.10.2022

Napas kita masih berembus, jantung ini masih berdegup. Setiap kita sedang belajar untuk menjadi manusia yang paling manusia. Ialah perjalanan yang amat panjang. Berhenti menghakimi bahkan menghukum diri sendiri karena merasa tidak berhasil sebagai manusia.

316. Melepaskan Mereka yang Mencekik Leherku 09.10.2022

Semua orang bisa menjadi racun. Kadang kala keluarga bukan rumah untuk setiap luka dan sahabat tidak akan selalu mendengar segala keluh kesah. Namun, perlu diingat bahwa kita selalu punya kesempatan untuk memilih obat terbaik bagi diri sendiri. Mencari tempat lain yang mampu membahagiakan kita bukan berarti berhenti mencintai orang-orang terdekat.

315. Ingatkah Kamu dengan Perasaan Itu? 07.10.2022

Sadarkah kamu? Sedari kecil, ayah dan ibu, sering mengatakan bahwa dunia mungkin akan mendidik kita dengan lebih keras. Jauh lebih keras dari apa yang mereka lakukan sebagai orang tua terhadap kita. Kegagalan, ketakutan, kekacauan, selalu saja menjadi nasihat yang malah memaksa kita untuk kian waspada dalam menghadapi hari-hari.

314. Untuk Diriku, dari Diriku 02.10.2022

Untuk diriku sendiri, terima kasih karena sudah menjadi teman baik yang tak pernah lelah menemani. Terima kasih sudah sampai sejauh ini. Terima kasih sudah tetap waras walau keadaan sering membuat hilang akal.

313. Garis Akhir 30.09.2022

Garis akhir memang tak terlihat. Garis akhir pun belum kunjung kutemukan. Garis akhir menjadi acuan hidup sampai aku pun tak sempat menepi meskipun hanya sedetik. Sampai pada akhirnya, kaki-kaki ini tak lagi sanggup untuk mumpuni dan aku kembali tersesat.

312. Dengan Ini, Aku Berani Memilih Hidup. 25.09.2022

Dibalik hancur dan porak-porandanya perjalanan hidup, ternyata jawabannya karena aku selalu memilih hidup. Kalau sebelumnya aku memilih untuk berteman dengan rasa takut dan khawatir terus-menerus, kali ini aku belajar untuk berani merelakan.

311. Hari Terakhir Kita Bertemu 23.09.2022

Aku yang menyukaimu lebih dari sekadar teman adalah hal di luar dari daftar kegiatan yang ingin aku lakukan tahun ini. Manusia memang tidak bisa memilih, kepada siapa dia akan terjatuh. Semua terjadi begitu saja.

Listen to the Menjadi Manusia podcast in Replaio

Radio and podcasts in one app - free, with no sign-up. Install today and do not miss the launch

Get it on Google Play

Replaio is not a podcast publisher; show names, artwork and audio belong to their authors and are distributed through public RSS feeds.