Menjadi Manusia
Menjadi Manusia
Suara yang merekam cerita hidup manusia untuk menemanimu kala rehat dari bisingnya dunia.
Author
Menjadi Manusia
Category
Podcast website
Latest episode
Jul 4, 2024
Where to listen?
Podcasts in the app Replaio Radio Coming soonPodcasts are coming to the app soon. Install now and be the first to see a whole new take on podcasts
Episodes
68. Merasakan Takut Bersama 01.04.2020 3:01
Jika takut adalah rasa, bukankah ia seharusnya dirasa? Takut yang mengalir dan menelusuri nadi itu secara perlahan akan membawa pertanyaan baru bagi kita. “Apa yang membuat kita takut?” Hingga akhirnya aku mulai menerka-nerka dan menemukan sebuah ketidakpastian. #KitaCumaPunyaJarak
67. Tenang 27.03.2020 1:36
"Merupakan musik instrumental yang akan menemanimu menenangkan diri kala cemas ataupun lelah mulai kembali menghampiri. Baik untuk didengarkan kala cemas, atau sebagai musik penghantar tidur. Selamat mendengarkan."
66. Tanpa Tepi Tanpa Tetapi 25.03.2020 1:13
"Segala kita adalah narasi, yang takkan habis diceritakan semesta, sekalipun waktu menunduk minta ampun, mencari akhir dari kita." #KitaCumaPunyaJarak
65. Hari Ini, Kita Cuma Punya Jarak 20.03.2020 3:31
Hari ini, kita cuma punya jarak, jarak untuk menjaga satu sama lain, melepaskan sejenak lalu menari bebas; pulang menuju palung; membereskan memori-memori di dalam kamar dan bahagia sendiri-sendiri.
64. Kamu Berhak Bahagia 18.03.2020 2:30
"Tak jarang langkah kaki terlalu lelah. Tapi bukan berarti itu menjadi alasanmu untuk melangkah mundur. Beristirahatlah sejenak. Berjanjilah jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri lagi."
63. Riuh Malam 13.03.2020 2:04
Sebuah instrumental sebagai teman kalian berkontemplasi.
62. Kintsugi: Sebuah Proses Kehidupan 11.03.2020 8:03
"Saya rasa sudah sepatutnya hidup dirayakan dengan gempita. Agar kelak kita tetap mengingat bahwa hidup ialah perihal cerita yang akan selalu mendewasakan kita. Dan kau, kau akan selalu baik-baik saja."
60. Suraloka 04.03.2020 1:08
"Ka, kau tidak tahu saja— kau sudah batara jauh sebelum elokku kauberi nama."
59. Hari Ulang Tahun 28.02.2020 5:26
"Kita punya segalanya, serba cukup. Hanya waktu yang menjadi barang langka. Maka, hari ini terserah apa pun yang kamu hendak perbuat. Mau berlayar ke pulau sebrang, jalan-jalan ke kaki gunung, berenang di kolam air panas, atau apa? Hari ini milikmu. Mari bercerita tentang apa saja." Powered by Anchor (https://anchor.fm/)
58. Berat Beban 26.02.2020 1:49
"suatu hari bebanmu akan kurang dari beratmu, percayalah."
57. Merayakan Kehilangan 21.02.2020 4:36
"Di malam-malam itu, kita tidak pernah membicarakan kehilangan. Mungkin kita terlalu optimis tentang hidup, bahwa anak-anaklah yang bakal mempersiapkan rumah terakhir kita, mereka yang akan mengantar kita menuju ke peristirahatan yang abadi." Powered by Anchor (https://anchor.fm/)
56. Merengkuh Perih 19.02.2020 1:36
“Tuhan hadir dalam reruntuhan hidup.” Kau baca puisi itu dengan takjub. Pagi itu, di kamar yang tertutup, Kau mengucap: “aku masih bertahan. Tenagaku masih cukup.”
55. Tentang Cinta 14.02.2020 3:19
"Baginya, cinta tak harus akurat secara hitungan. Komunikasi tidak harus dijalin dan sepasang insan tidak wajib memahami satu sama lain. Jika ada satu yang berkhianat, sebaiknya jangan dibalas. Kata siapa kiri dan kanan mesti selalu seimbang? Dan, sejak kapan cinta menjadi perhitungan?" Powered by Anchor (https://anchor.fm/)
54. Hari Ini Tidak Hujan 12.02.2020 1:51
"Hari ini tidak hujan. Mimpi saya sedang mengendap, tidak benar-benar menghilang. Biarkan saja tinggal dalam pikiran, meski sesekali terasa gamang. Tidak perlu dicela, apalagi berkata tidak bisa. Setidaknya jangan dulu sebelum benar-benar mencoba."
53. Pertemuan Tanpa Kata-Kata 07.02.2020 3:27
"Aku bertanya-tanya dalam hati, apa yang terjadi jika tidak ada bahasa? Jangan-jangan, kata-kata hanya sebuah topeng yang selalu menutupi perasaan kita. Bisa jadi, bahasa adalah bukti, bahwa manusia sering kali gagal mengungkapkan rasa." Powered by Anchor (https://anchor.fm/)
52. Menertawakan Kematian 05.02.2020 1:20
"Diluar, perang dan banjir sama-sama tak pernah surut. Anak-anak kita pergi jadi serdadu dan pulang jadi debu dan bubuk mesiu."
51. Sebuah Kecupan di Pipi 31.01.2020 3:08
"Seketika aku sadar, bibir sering sekali menjadi mangsa. Ia seolah bukti atas cinta yang tidak ada habisnya. Sementara itu, bagaimana dengan pipi kita? Apakah ia ladang yang sepi atau rute tersembunyi untuk setiap tetes air mata?" Powered by Anchor (https://anchor.fm/)
50. Ruang Renjana 29.01.2020 1:23
"Tanyakan kita padanya, Kan kau dengar kidung tentang renjana yang menyesakkan rongga, menjelma menjadi ruang yang kini kau ratapi."
49. Tidur, Nak 22.01.2020 2:39
Tidur, Nak... Mak tahu langkahmu sudah amat kepayahan, menyusuri hidup dan naik turun tangga samsara yang panjangnya ampun-ampunan.
48. Kita Adalah Sebuah Stasiun 15.01.2020 1:02
"Di stasiun, hujan jatuh tak mengenal musim. Ia turun ketika gerbong-gerbong datang, menjemput kebahagiaan dan menurunkan kesedihan, atau justru sebaliknya."
47. Titik Buta 08.01.2020 2:24
"Beberapa manusia membuka mata pada runyamnya dunia, lebih banyak lagi yang memilih buta. Menjalani kehidupan dan bersikap baik-baik saja seakan dunia sudah berjalan sebagaimana mestinya."
46. Toko 01.01.2020 2:31
"Bangunan itu sempat lama kosong. Tinggalah coretan-coretan umpatan di tembok hasil peninggalan sang pemuda tadi. Sang pemilik baru memutuskan untuk menjadikan bangunan itu sebagai toko. Tapi sayang, meskipun terkadang barang-barang di toko itu diobral gede-gedean, tetap saja tak ada pelanggan."
45. Salah 27.12.2019 9:56
"Sungguh sebuah ironi. Bahkan di kota sepadat ini, aku masih merasa sepi. Disaat ratusan—bahkan ribuan—orang diluar sana sedang sibuk melanjutkan hidupnya, aku malah memilih diam dan berkubang dalam kesedihan. Ah biarlah, mereka bukan aku. Dan mereka tidak akan pernah mengerti rasanya menjadi aku." Powered by Anchor (https://anchor.fm/)
44. Menjelma Karya Sastra 25.12.2019 1:37
"Aku bisa menjelma puisi, senantiasa melindungi seorang kamu dari antologi rasa. Aku dapat menjelma cerpen, selalu membantu seorang kamu kabur dari realitas masa. Aku tentu menjelma novel, sepenuh hati membelai rambutmu yang kini memanjang,"
43. Teh Hangat & Alunan Melodi Lembut 20.12.2019 4:04
"Tentang kamu yang telah pergi dan singgah ke lain hati. Tentang kamu yang telah hilang dan datang ke lain hati. Tentang kamu yang telah berlalu dan menetap di lain hati." Powered by Anchor (https://anchor.fm/)
Similar podcasts
Replaio is not a podcast publisher; show names, artwork and audio belong to their authors and are distributed through public RSS feeds.