Difalitera.org
Difalitera.org
An Indonesian Audiobook
Where to listen?
Podcasts in the app Replaio Radio Coming soonPodcasts are coming to the app soon. Install now and be the first to see a whole new take on podcasts
Episodes
Cerpen - Maunya Mama (Henry S BATUBARA) 07.10.2018 15:03
Belum-belum Mama sudah menjejaliku dengan puluhan, bahkan lusinan nasihat yang membuatku jadi pusing tujuh keliling.
Cerpen - Ketika Harapan Bukan Lagi Seperti Mimpi (Yesita Dewi) 07.10.2018 18:28
Jam dinding telah menunjukkan pukul 11.00, tapi Silah belum juga beranjak dari pembaringan. Semalam telah banyak rupiah yang telah dia dapat dari kantong-kantong lelaki hidung ‘lorek’ yang menikmati tubuh mulusnya. Ya, Marsilah nama lengkapnya. Asalnya dari desa Watuadas yang sangat kerontang karena terlalu banyak bukit kapur.
Cerpen - Dongeng yang Turun dari Langit (Arie Saptaji) 07.10.2018 17:18
Lihatlah Kahyangan ini. Cuacanya senantiasa sejuk—tidak pernah terlalu panas, tidak pernah terlalu dingin. Langitnya senantiasa elok dan permai, dengan paduan nuansa warna yang meneduhkan mata. Kalaupun hujan turun, airnya begitu murni dan segar sehingga berhujan-hujan justru akan menambah kegembiraan kami.
Cerpen - Sarpakuda (Indah Darmastuti) 07.10.2018 16:18
"Setiap malam terpanggang bintang. Makin hari, tubuhnya makin tirus. Dia tahu, bahwa dirinya akan sampai pada malam-malam seperti itu. Tetapi ia tak sangka akan menjadi demikian bersemak dalam pikirannya. Semakin rimbun, menyabang meranting."
Cerpen - Pertemuan Sore Ini (Astuti Parengkuh) 07.10.2018 15:28
Ini pertama kali aku bertemu dengan Yan sejak setahun lalu. Lewat pesan terakhir yang dikirim, dia ingin kami bertemu di sebuah tempat nongkrong yang terletak di pusat kota. Wedangan Pendapa namanya. Tempat seperti paseban dengan arsitektur dan interior antik primitif. Kupersiapkan di dalam tasku ; tusuk gigi dan pepper spray. Aku merasa seperti hendak bertemu dengan seorang pesakitan. Semacam ps...
Cerpen - Gong di Balik Bulan (Adi Putra Purnomo) 07.10.2018 15:38
"Parmin melihat kuning cerah bulan purnama kala rebah di atas lincak. Melamun ia. Sinar kuning mengantar kehangatan bagi kedinginan musim kemarau. Bulan malam itu merupa lingkaran seutuhnya. Tak bisa tidak, Parmin ingat wujud gong yang sering dimainkannya."
Cerpen - Rotana dan Rotani (Ida Ahdiah) 07.10.2018 12:36
"Terus terang, aku agak kecewa ketika melihat benda-benda itu tidak sesuai untuk rumah kami yang minimalis. Namun, daripada berlarut-larut diliputi kekecewaan dan tanda tanya, saat itu juga aku menelepon Mas Gen. Ternyata hand phone-nya masih off. Ia pasti masih berada di udara."
Cerpen - Tentang Sakit (Gunawan Tri Atmojo) 07.10.2018 14:51
"Dua belas pasien antre di ruang tunggu itu. Jumlah itu pas dengan kursi yang tersedia. Jika ada tambahan pasien maka ia harus menunggu di luar ruangan. Di sudut tenggara ruangan itu seorang lelaki tua dan perempuan muda duduk bersisihan menunggu giliran diperiksa."
Cerpen - Maskumambang (Arie Saptaji) 07.10.2018 15:38
"Sorenya, anak-anak perempuan mengguyur kepenatan di bawah kesegaran sejuk pancuran bambu. Anak-anak laki-laki lebih suka membendung sungai, untuk berenang sambil saling menyipratkan air. Anak-anak laki-laki itu bertelanjang dada, tubuh basah mereka berkilau indah tersentuh bias cahaya matahari yang hampir tenggelam di balik gunung." difalitera.org
Cerpen - Teratai (Y Agusta Akhir) 07.10.2018 10:33
Dulu, setiap kelopak teratai menyimpan kenangan. Mekar bunga itu adalah keindahan baginya. Kini segalanya porak-poranda. Seseorang yang sempat menjadi teman dekatnya telah menghancurkan segalanya. Karena itulah dendamnya kian membara setiap melihat teratai itu.
Similar podcasts
Replaio is not a podcast publisher; show names, artwork and audio belong to their authors and are distributed through public RSS feeds.