Wisnu Nugroho | Kompas.com | KG Media
BEGINU
Siniar BEGINU, dikelola oleh Medio Podcast Network by KG Media yang mengulas pergumulan hidup manusia. Dipandu Wisnu Nugroho, jurnalis, penulis, dan pemimpin redaksi Kompas.com, akan membahas paradoks hidup, mengungkap yang nyata di balik “fakta”, menggugat alasan di balik penghakiman, tentang ketidakpastian yang makin banyak mengepung, dan pengalaman berkesadaran. Tidak semua upaya baik lekas mewujud. Panjang umur upaya baik-baik. MEDIO by KG MediaPlaylist podcast by Medio di Spotify: https://link.tree/SiniarMedioSaran dan kolaborasi: podcast@kgmedia.id
Author
Wisnu Nugroho | Kompas.com | KG Media
Category
Podcast website
Latest episode
Jan 9, 2026
Where to listen?
Podcasts in the app Replaio Radio Coming soonPodcasts are coming to the app soon. Install now and be the first to see a whole new take on podcasts
Episodes
Tidak Ada Pesta yang Tidak Berakhir 11.11.2020 10:08
Tidak ada pesta yang tidak berakhir. Begitu juga "pesta-pesta" di lingkaran kekuasaan seperti Istana. Periodisasi lima tahunan dan batasan maksimal dua periode sejak reformasi 1998 adalah batasan dari "pesta-pesta" itu.
Apa Kabar Kesehatan Mentalmu Setelah Delapan Bulan Pandemi? 09.11.2020 10:11
Dari sebagian besar yang kelelahan itu semua menyebut soal kesehatan mental sebagai hal yang mereka khawatirkan. Mendapati ini, saya menarik napas dalam-dalam dan berhenti sejenak mengajar. Saya beri ruang mahasiswa melepaskan semua beban dengan mengutarakan. Saya mendengarkan.
Suara Kambing Mengembik di Istana 07.11.2020 14:06
Kambing peka dan bisa mengenali suara anaknya dengan sangat baik meskipun terpisah jarak cukup jauh dalam waktu lama. Suara kambing tampaknya mengingatkan Presiden pada kampung halaman, tempat anaknya bertarung dalam pilkada.
Kesulitan dan Keluhan Bukan Kamu Saja yang Punya 07.11.2020 9:06
Kita tdak belajar banyak dari kesuksesan dan prestasi. Pembelajaran didapat justru ketika menghadapi kesulitan, tantangan, dan kegagalan. Peristiwa-peristiwa negatif yang dialami banyak anak muda merupakan sarana pembelajaran untuk memperkuat otot-otot kebatinan, ketangguhan mental, dan fisik untuk menghadapi masa depan.
Libur adalah Mitos, Begitu Juga Kerja 06.11.2020 7:14
Bukan negara, bukan presiden, bukan menteri, bukan perusahaan tempat kita mungkin bekerja, dan bukan orang lain yang bertanggung jawab atas kebahagiaanmu, tetapi dirimu sendiri. Karena itu, bijak bersiasat menjaga kesehatan mental untuk pijakan kebahagiaan adalah ungkapan tanggung jawab kepada diri sendiri.
Mulyono dan Mulianya Hati Manusia 05.11.2020 12:32
Di tengah situasi tidak pasti dan sulit ini, kita mungkin punya daftar keluhan juga, bahkan bisa sangat panjang. Namun, jika kita mampu melampaui diri kita, melampaui ego kita, keluhan kita mungkin tidak sebanding dengan keluhan sesama kita yang lain. Bisa jadi, apa yang kita keluhkan atau hal-hal yang ada di daftar keluhan kita adalah hal yang hendak disyukuri oleh banyak orang karena tidak merek...
Belajar dan Bertumbuh dari Rasa Takut 05.11.2020 8:46
Dalam rangka bertumbuh di situasi yang tidak mudah ini, kita dianjurkan untuk selalu hidup kini dan di sini. Respons setiap situasi nyata yang ada di hadapan kita dengan tidak menyesali masa lalu juga tidak terlalu khawatir akan masa depan.
Bagaimana Menghadapi Kecewa agar Tetap Punya Harapan 05.11.2020 10:40
Kekecewaan adalah masa lalu, harapan adalah masa depan. Menanam harapan adalah langkah hari ini. Apakah tidak akan dikecewakan? Tidak ada jaminan karena kita bukan satu-satunya penentu masa depan. Namun, harapan yang ditanam hari ini membuat kita tidak berkutat pada kecewa berkelanjutan.
Teruslah Bekerja, Jangan Berharap kepada Negara 04.11.2020 9:55
Banyak cara untuk menyatakan kecewa. Libertaria bersama 10 musisi menyatakannya dengan "Kewer-kewer" yang membungkus kritik mereka kepada situasi saat ini dan negara. Sementara mengkritik, mereka terus bekerja. Kerja membebaskan mereka dari kecewa. Negara saat ini dirasa tidak cukup memadai menjalankan perannya meskipun semboyannya sama bahkan diulang sampai tiga: kerja, kerja, kerja.
Kisah 127 Payung Hitam di Depan Istana 03.11.2020 9:02
Ia tidak ingat sudah berapa ratus payung hitam yang dipakai. Saat ini masih ada 127 payung hitam. Saat payung tinggal 27 buah, ada 100 sumbangan. Jika Presiden memerlukan suntikan keteguhan mewujudkan janji menyelesaikan pelanggaran HAM masa lalu, ia bersedia meminjamkan payung hitam.
Seberapa Palsu Hidup Kita? 03.11.2020 6:31
Mari kita meneliti dan jujur mengakui ketika mendapati.
Kenapa Ayah Perlu Bertualang Bersama Anak Tanpa Ibunya 03.11.2020 7:41
Dari empat hari, dua hari kami habiskan waktu hanya di Yogyakarta. Dalam dua hari, perubahan saya rasakan. Perubahan paling nyata adalah perubahan kesadaran bahwa selama ini saya kurang mengenal anak saya. Kesabaran saya menghadapi anak juga jauh dari yang saya duga dan harapkan. Perjalanan ini sejatinya memang untuk saya pertama-tama.
Berdamai dan Menyelesaikan Masa Lalu di Yogyakarta 03.11.2020 13:25
Di Yogyakarta, semua pihak bisa saling bekerja sama secara alamiah. Semua bisa diajak berkolaborasi dengan natural tidak melulu dan pertama-tama transaksional. Apa kenangan kalian akan Yogyakarta?
Bus Omni yang Ugal-ugalan dan Bagaimana Kita Bersikap 02.11.2020 7:49
Andil DPR dan Pemerintah untuk disinformasi paling besar karena menutup akses atas rujukan. Secara sepihak, DPR dan Pemerintah menyatakan benar atau salah tanpa pihak lain diberikan pijakan untuk menguji sesuatu sebagai benar. Kebenaran ada di satu tangan: kekuasaan. Ini ugal-ugalan menurut saya. Bagaimana menurut kalian?
Anjing Kecil yang Menyalak 02.11.2020 0:24
Anjing kecil yang menyalak untuk setiap saat berkesadaran. Membangunkan lewat ringkasan kejadian-kejadian yang membanjir tidak keruan agar tetap berkesadaran.
Tiap Angkatan Punya Medan Juang dan Pahlawannya Sendiri 02.11.2020 9:27
Sepekan berlalu dan hal-hal yang perlu kita ketahui di tengah banjir informasi. Soal kepahlawanan yang jadi kontroversi karena pernyataan Megawati Soekarnoputri, vaksin Covid-19 dan akhir pandemi, Presiden Macron dan sekularisme, serta program baru Bukan Begini Bukan Begitu yang menghadirkan tawa Soleh Solihun sepanjang satu jam.
Similar podcasts
Replaio is not a podcast publisher; show names, artwork and audio belong to their authors and are distributed through public RSS feeds.