Prihadi Adhie

TalkDisaster

Science ID ↓ 103 Folgen

Risiko itu dapat dihindari, dikelola, dan dimitigasi. Tapi, jika tidak bisa dikelola, maka akan berubah menjadi krisis. Krisis pun harus dikelola dengan baik jika tidak ingin menjadi bencana. Siniar ini mengulas Manajemen Bencana dari sudut pandang Saya sebagai Jurnalis berlatar belakang Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga Program Studi Manajemen Bencana. Serta buah pikir dari narasumber terkait isu kebencanaan terkini. Salam tangguh bencana!!!

Autor

Prihadi Adhie

Kategorie

Science

Podcast-Website

podcasters.spotify.com

Neueste Folge

11. Jul 2026

Wo hören?

Podcasts in der App Replaio Radio Bald verfügbar

Podcasts kommen bald in die App. Installiere sie jetzt und erlebe als Erster einen ganz neuen Blick auf Podcasts

Bei Google Play herunterladen Kostenlos installieren Android 5 Mio.+ Downloads · Bewertung 4,8 iOS bald

Folgen

Eps. 2 Tsunami, Pesan Mitigasi dari Selatan Pulau Jawa 27.09.2020

Banyak yang menyikapi Jurnal terkait dengan potensi tsunami di Selatan Pulau Jawa dengan kekhawatiran. Padahal, hasil penelitian ini bisa menjadi pesan penguatan mitigasi terutama di wilayah pesisir Selatan Pulau Jawa. 

Eps. 1 Alasan Kuliah Manajemen Bencana 21.09.2020

Setelah ratusan purnama, pada 20 September 2020, Saya mendapat gelar Master of Manajemen Bencana. Di Episode ini, berisi alasan Saya kuliah Manajemen Bencana dan apa saja yang dipelajari. Serta apa korelasi dengan profesi jurnalis dan manfaatnya untuk isu bencana. Semoga manfaat. Terima kasih telah mendengarkan.

Salam perkenalan Talk Disaster 10.07.2020

Bekal ilmu kebencanaan di kampus, Saya coba memiliki pemikiran dan ruang diskusi tentang kebencanaan. 

Höre den Podcast TalkDisaster in Replaio

Radio und Podcasts in einer App - kostenlos und ohne Anmeldung. Installiere sie noch heute und verpasse den Start nicht

Bei Google Play herunterladen

Replaio ist kein Herausgeber von Podcasts; die Namen der Sendungen, Cover und Audioinhalte gehören ihren Autoren und werden über öffentliche RSS-Feeds verbreitet