Kata Puan

Suara Puan

Arts ID ↓ 680 episoder

Cuma seorang pemerhati yang gemar merenung dan menuliskan kehidupan.

Husk at besøge podcastens hjemmeside og støtte skaberen: www.katapuan.com

Forfatter

Kata Puan

Kategori

Arts

Podcastens hjemmeside

www.katapuan.com

Seneste episode

31. aug. 2023

Hvor kan du lytte?

Podcasts i appen Replaio Radio Kommer snart

Podcasts kommer snart til appen. Installer nu, og vær den første til at se en helt ny tilgang til podcasts

Hent den på Google Play Installer gratis Android næsten 10 mio. downloads · 4,8 i bedømmelse iOS snart

Episoder

mengecil, mengendap. 24.10.2022

Tentang bagaimana manusia itu seharusnya tidak lagi lari menuju hal-hal besar. Melainkan yang kecil-kecil, tapi lebih mengisi jiwa.

sejujur-jujurnya apa kabar. 23.10.2022

"Apa kabar?" paling sering dijawab dengan, "kabarku baik." Padahal benarkah? Di balik setiap "baik", pasti ada kedalaman yang perlu disusuri dan diselami, untuk kita dapat tahu kebenarannya.

melepas kecewa & menanam pohon ikhlas. 21.10.2022

Terkadang, kita menuntut orang terdekat untuk bisa membuat kita bahagia. Kita kecewa saat itu tak bisa mereka penuhi. Padahal, sama seperti kita, mereka pun punya hidup dan urusannya sendiri. 

manusia-manusia penyeimbang. 19.10.2022

Tidak harus setuju untuk bisa berjalan beriringan. Tidak harus sama untuk sepakat bahwa kita baik-baik saja. Kita berdampingan. Kita bergerak bersama.

pentingnya rasa tidak nyaman. 17.10.2022

Ketidaknyamanan itu perlu, biar kita tidak jumawa dan lupa daratan. Segala yang terlalu nyaman, hanyalah jebakan. Kita kira kita aman, tapi yang terjadi malah sebaliknya.

dalam menanggapi musibah besar. 15.10.2022

Beberapa waktu lalu, duka Kanjuruhan hangat dibicarakan, dan menuai begitu banyak respons dari publik. Episode ini hendak menanggapi fenomena itu.

berjalan di atas seutas benang tipis. 14.10.2022

Di tengah badai dan perjuangan hidup yang sedang keras-kerasnya, kita merasa seperti sedang berjalan di atas seutas benang tipis. Dan itu membuat kita gemetar setengah mati. Kita lupa, bahwa ada tangan-tangan pelindung yang siap memeluk kita manakala nanti harus jatuh.

beri waktu untuk hatimu berubah. 12.10.2022

Hati manusia bisa berubah, jika diberi waktu. Maka jangan terkecoh dengan persepsi yang terbentuk di kali pertama. Beri kesempatan untuk dirimu memaknai hal-hal yang tidak sejalan. Siapa tahu dengan begitu, yang keras akhirnya lunak. Yang menyebalkan, jadi kawan.

pegang kendali atas kekhawatiran kita. 10.10.2022

Kekhawatiran itu wajar, tapi tak boleh sampai mematikan langkah. Untuk itu, manusia seperti kita yang banyak khawatirnya, hendaknya senantiasa baik-baik mengupayakan ketenangan, dengan aktivitas membangun diri yang mudah seperti meditasi atau berafirmasi baik. 

pentingnya menumbuhkan empati. 08.10.2022

Empati tidak tumbuh dengan sendirinya. Ia dibangun. Dipanggil. Maka kita sebagai mahkluk yang tunduk dengan rutinitas, harus selalu cari stimulasi baru untuk dapat merenungi perjalanan, dan menumbuhkan empati dari proses itu.

rumus mencari pasangan hidup. 07.10.2022

Kita ini manusia yang banyak mau. Terlalu banyak, sampai-sampai kita punya daftar kriteria. Tapi pertanyaannya: sudahkah kita benar-benar yakin, bahwa diri kita ini pantas atau layak mendapatkannya?

mencukupkan usaha kita sendiri. 05.10.2022

Usaha yang tak putus, adalah kata kunci. Bukan seberapa banyak prestasi atau seberapa banyak diakui. Mudah-mudahan, di hidup yang penuh perjuangan, kita senantiasa ingat hal ini.

melihat kurva hidup dari jauh. 03.10.2022

Jika terlalu dekat, kita bisa-bisa hanya melihat naik atau turunnya saja. Maka untuk dapat memaknai hidup sebagai seorang manusia tumbuh, ambil jarak. Lihat hidup lebih jauh. Semua yang kita lalui, membawa kita naik. Terus dan terus.

mencari pelarian yang baik. 01.10.2022

Berlari, bukan untuk menghindari masalah, melainkan untuk mencari siapa diri kita, menemukan lagi kekuatan kita yang hilang entah ke mana. Untuk kemudian kembali lebih siap, menyikapi masalah dengan hati lapang dan jiwa yang rela.

hidup adalah sebuah kesempatan. 30.09.2022

Ketimbang memikirkan kematian yang jauh, lebih baik memikirkan kehidupan yang dekat. Apa yang bisa saya lakukan kini, perubahan yang saya buat kini, kebaikan yang saya tabur kini, untuk bekal saya menghadapi kematian nanti?

ingatan, bukan kenyataan. 28.09.2022

Ingatan, bukan kenyataan. Tak peduli sepahit apa dulu, sekarang belum tentu sama. Hati-hati agar tidak terbawa perasaan. Pada akhirnya, hidup haruslah selalu berjalan ke depan, bukan ke belakang.

hidup berkesadaran, memperbaiki kebiasaan. 26.09.2022

Sering kali dalam hidup, manusia itu berkegiatan tanpa sadar. Ibarat otak, hati, dan ototnya sudah terbiasa, sampai-sampai tidak ada pertimbangan lain lagi dalam melakukan, selain bahwa karena ia sudah terbiasa saja. Padahal jika ditelaah lagi, banyak yang masih bisa diperbaiki. 

takut keluar dari zona nyaman. 24.09.2022

Zona nyaman tidak selalu yang baik-baik saja. Zona nyaman bisa berarti kesedihan dan duka yang terasa pasti. Padahal dalam hidup, satu-satunya yang pasti hanyalah ketidakpastian itu sendiri, bukan?

saat pencapaian terasa kurang. 23.09.2022

Ada kalanya, segala pengakuan dan prestasi kita tidak lagi menggembirakan. Ia justru terasa kecil dan tak signifikan. Mungkin inilah jawabannya: sebab untuk siapapun yang berdiri di puncak, pada akhirnya harus pulang. Tapi tak semua orang tahu di mana rumahnya itu.

mencintai adalah seni yang butuh keterampilan. 21.09.2022

Kita sering kali mengglorifikasi betapa menyenangkannya dicintai, tapi menganggap sepele mencintai. Padahal, ia adalah seni yang butuh keterampilan. Pengulangan. Gairah. Butuh kesabaran dan komitmenmu melakukannya.

rumah dalam diri setiap manusia. 19.09.2022

Jika diibaratkan sebagai rumah, hendaknya diri kita ini kita siapkan jadi tempat yang nyaman. Bukan demi kemewahan di mata orang, tapi kenyamanan di hati kita sebagai penghuni tetapnya.

apakah manusia berhak atas kesempatan kedua? 17.09.2022

Kesempatan kedua. Sesuatu yang begitu sakral, untuk diberi pada orang lain maupun diri sendiri. Pada akhirnya, mungkin bukan itu yang kita cari. Bukan kesempatan kedua, melainkan pengampunan yang rela.

mau, tapi tak mampu. harus bagaimana? 16.09.2022

Ada baiknya juga bahwa tidak segala hal bisa kita miliki dengan segera. Biar dengan demikian, kita belajar untuk menghargai usaha, dan fokus hanya pada hal-hal paling esensi, 

menjalin sesuatu yang lebih daripada hidup. 14.09.2022

Tugas besar manusia di dunia ialah menciptakan sesuatu yang bisa terus mengalir, bahkan saat nanti ia tak ada lagi di dunia. Mungkin dengan demikianlah manusia bisa menjalani hari-hari dengan rela. Sebab tahu, segala yang ia lakukan, cukup.

menyikapi hubungan jarak jauh. 10.09.2022

Jarak adalah sesuatu yang menakutkan. Ia bermain peran begitu besar dalam hubungan antarmanusia. Cara menyikapinya? Berusaha. Menjalani. Tapi jika akhirnya harus berakhir, ya tidak apa-apa juga. Jangan-jangan memang harus begitu, pada akhirnya.

Lyt til podcasten Suara Puan i Replaio

Radio og podcasts i én app - gratis og uden tilmelding. Installer i dag, og gå ikke glip af lanceringen

Hent den på Google Play

Replaio er ikke podcastudgiver; programmernes navne, coverbilleder og lyd tilhører deres ophavsmænd og distribueres via offentlige RSS-feeds.